APBN 2026: Anggaran Rp1.376 Triliun Disiapkan untuk Bantuan Rakyat

Jumat, 15 Agu 2025, 23:35 WIB

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan komitmen pemerintah untuk mengarahkan anggaran negara demi kesejahteraan masyarakat. 

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, pemerintah mengalokasikan dana jumbo senilai Rp1.376,9 triliun dari belanja pemerintah pusat khusus untuk program-program yang manfaatnya langsung dirasakan rakyat.

Ket. Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) memberikan keterangan mengenai RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025). — Sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Sri Mulyani menyebut angka ini bukan sekadar nominal, melainkan wujud nyata keberpihakan negara kepada kebutuhan riil warga, mulai dari bantuan sosial, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, hingga dukungan bagi sektor produktif yang menyentuh kehidupan sehari-hari. 

Ia menekankan, efektivitas penggunaan dana ini menjadi kunci agar setiap rupiah benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan dan memberikan dampak berkelanjutan.

Dengan alokasi sebesar itu, pemerintah ingin memastikan bahwa APBN tidak hanya menjadi instrumen makroekonomi, tetapi juga mesin pemerataan kesejahteraan dan penggerak daya beli rakyat. 

"Pemerintah daerah sering menyampaikan butuh untuk membantu masyarakat. Tapi, masyarakat banyak mendapat bantuan langsung dari pemerintah pusat. Itu nilainya Rp1.378,9 triliun sendiri," katanya dalam konferensi pers mengenai RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Jumat (15/8).

Dia memerinci, alokasi dana Rp1.376,9 triliun untuk bantuan langsung bagi rakyat akan disalurkan antara lain melalui Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak Rp28,7 triliun serta Program Indonesia Pintar/Kartu Indonesia Pintar Kuliah dan program beasiswa lain Rp88,6 triliun.

Alokasi dana tersebut juga akan disalurkan melalui Program Kartu Sembako (Rp43,8 triliun), bantuan iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Rp69 triliun, renovasi/revitalisasi sekolah (Rp22,5 triliun), serta cek kesehatan gratis, penanggulangan tuberkulosis, dan revitalisasi Rp7,3 triliun).

Selain itu, alokasi dana untuk bantuan langsung akan digunakan untuk menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto seperti Program Makan Bergizi Gratis atau MBG (Rp335 triliun), Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda (Rp27,9 triliun), dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Rp83 triliun).

Dana untuk bantuan langsung akan disalurkan pula untuk program subsidi energi dan kompensasi (Rp381,3 triliun), program subsidi non-energi (Rp108,8 triliun), serta tunjangan profesi guru dan tunjangan profesi dosen non-pegawai negeri sipil (Rp63,5 triliun).

Alokasi dana tersebut juga akan dimanfaatkan untuk program preservasi jalan dan jembatan (Rp24,9 triliun), perumahan (Rp48,7 triliun), bendungan dan irigasi (Rp12 triliun), lumbung pangan (Rp22,4 triliun), Bulog dan cadangan pangan (Rp28,5 triliun), serta kampung nelayan dan pergaraman nasional (Rp6,6 triliun).

"Ini semua letaknya di daerah, dinikmati oleh masyarakat di daerah. Sehingga memang APBN dari sisi belanja pusat cukup besar yang dilakukan pemerintah pusat langsung kepada masyarakat di daerah. Belanja K/L dan transfer ke daerah ini menjadi satu kesatuan," kata Sri Mulyani.

Menurut Menteri Keuangan, alokasi dana untuk belanja pemerintah pusat dalam RAPBN 2026 sebesar Rp3.136,5 triliun.

Dalam hal ini, pagu anggaran untuk kementerian/lembaga (K/L) ditetapkan Rp1.498,3 triliun atau naik dari pagu indikatif Rp1.167,8 triliun.

Alokasi anggaran non-K/L ditetapkan sebesar Rp1.638,2 triliun dan anggaran untuk transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp650 triliun.

Anggaran belanja negara dalam RAPBN 2026 ditetapkan sebesar Rp3.786,5 triliun.

  • Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.