Unik dan Langka, Ada Sekolah Juara Program Peduli Inflasi
Kamis, 14 Agu 2025, 01:36 WIBMADIUN - Â Bagaimana ceritanya ada sekolah peduli inflasi. Selama ini tidak ada pelajaran khusus tentang inflasi di sekolah-sekolah. Kalaupun ada hanya disinggung sekila. Lalu bagaimana ceritanya ada sekolah juara peduli inflasi.
Itulah yang diraih SMPN 1 Madiun, Jawa Timur. Sekolah ini menjuarai program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) tahun 2025. Program ini merupakan hasil kerja sama pemkot setempat dengan Bank Indonesia (BI). Tim juri dari Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri Titik Irawati dalam keterangannya di Madiun, Rabu, mengatakan setelah melalui tiga tahap penilaian sejak April hingga Agustus 2025, program SPI diumumkan pemenangnya oleh pihak BI.
"Hasilnya, SMPN 1 Madiun keluar sebagai juara pertama, lalu SMPN 4 Madiun sebagai juara dua, dan SMPN 6 Madiun juara tiga," ujarnya. Kemudian, posisi juara harapan satu diraih MTs Siti Hajar, sedangkan harapan dua diraih SMPN 14 Madiun. Menurutnya, penilaian dilakukan mulai proses tanam hingga setelah panen. Adapun aspek yang dinilai meliputi performa tanaman, produktivitas, kreativitas, hingga inovasi pemasaran.
SMPN 1 Madiun dinilai unggul berkat sistem irigasi tetes sederhana menggunakan botol bekas serta diversifikasi produk panen. Sedangkan SMPN 4 Madiun menonjol dengan pelaporan berbasis barcode dan integrasi lintas mata pelajaran. Sementara SMPN 6 Madiun berinovasi dengan olahan pewarna makanan alami dan susu tomat segar.
Seperti diketahui, Program SPI merupakan program yang digagas oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan pemda. Di Kota Madiun, SPI dimulai pada April 2025 yang peluncurannya dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri bersama Pemkot Madiun dengan menyasar sebanyak 28 SMP/MTs.
SPI memadukan dua aspek, yakni partisipasi aktif dan edukasi siswa dengan tujuan untuk mendorong pengendalian inflasi dari sisi bahan komoditas pangan, salah satunya dengan budi daya urban farming. SPI juga merupakan bentuk nyata literasi ekonomi yang menanamkan nilai kepedulian terhadap harga pangan sejak dini serta pentingnya menjaga inflasi.
Melalui program tersebut, dibagikan bibit sejumlah komoditas strategis yang sering memengaruhi inflasi tingkat lokal, di antaranya cabai merah, cabai rawit, tomat, cabai rawit hijau, terong ungu, dan sawi hijau. Hanya tidak dijelaskan kaitan urban farming dengan inflasi. Juga seberapa derajat kepeduliannya. Ini mesti ke depannya menjadi pekerjaan juri untuk menjelaskan kepada masyarakat.
- inflasi
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Paus Leo XIV Peringatkan Dunia Semakin Terbiasa dengan Kekerasan
-
Kualitas Data Sosial Masih Hadapi Tantangan Serius
-
Terminal Penajam Bukan Sekadar Tempat Singgah, Tapi Ladang Rezeki Warga
-
UIN SATU Tulungagung Buka Prodi Sains & IT, Peluang Masuk Masih Terbuka Lebar
-
Allianz Life dan HSBC Hadirkan Sub-Dana Baru dengan Dividen Bulanan
-
BPS DKI Sebut Inflasi Bulanan Pada Lebaran Cenderung Tinggi
-
Pondok Gontor Tetapkan Idul Fitri Jatuh Besok Jumat 20 Maret
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.