Pemprov DKI Jakarta Perkuat Peran LBIQ dalam Pembinaan Kehidupan Beragama

Kamis, 14 Agu 2025, 12:15 WIB

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat peran lembaga keagamaan dalam mendukung pembinaan kehidupan beragama di Ibu Kota. Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Marullah Matali, saat menghadiri Halaqah Dosen/Instruktur Angkatan I Tahun 2025 Lembaga Bahasa dan Ilmu Al-Qur’an (LBIQ) DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Kamis (14/8).

Sebagai Ketua Dewan Pembina LBIQ DKI Jakarta, Sekda Marullah menegaskan bahwa LBIQ fokus pada pembelajaran Al-Qur’an dan bahasa Arab serta telah melahirkan ribuan alumni yang menjadi kebanggaan Pemprov DKI Jakarta. Ia berharap lembaga ini terus berkembang dalam membentuk masyarakat yang berakhlak mulia.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

“LBIQ telah menjadi pusat pembelajaran yang tidak hanya mengajarkan Al-Qur’an dan bahasa Arab, tetapi juga menanamkan nilai moral yang luhur kepada masyarakat,” ujar Sekda Marullah.

Sejak diresmikan pada 1985 di era Gubernur R. Soeprapto, LBIQ DKI Jakarta konsisten memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Pemprov DKI pun terus memberikan dukungan, termasuk melalui alokasi dana hibah dari APBD setiap tahun untuk menjaga keberlangsungan dan efektivitas program lembaga tersebut.

“Kebijakan Pemprov DKI terhadap lembaga keagamaan didasari kebutuhan untuk mengatur urusan masyarakat yang bersentuhan dengan agama. Keberadaan LBIQ dan lembaga sejenis harus terus dijaga dan difasilitasi agar dapat menjalankan fungsi regulasi, fasilitasi, dan pemberdayaan secara optimal,” jelas Marullah.

Sekda Marullah mengajak semua pihak untuk bersinergi memperkuat peran lembaga keagamaan agar LBIQ DKI Jakarta dan lembaga lainnya semakin menonjol perannya di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini penting untuk menciptakan harmoni sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang menjunjung nilai-nilai religius.

“Sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan akan menciptakan harmoni di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang menjunjung nilai-nilai religius,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala LBIQ DKI Jakarta, Supli Ali, menjelaskan bahwa selama lebih dari 40 tahun, LBIQ telah menawarkan berbagai paket pembelajaran bagi masyarakat. Programnya mencakup dasar seperti membaca Al-Qur’an, bahasa Arab, dan bahasa Arab Qurani, hingga program lanjutan seperti Pelatihan Guru Al-Qur’an, Pelatihan Guru Bahasa Arab, Program Tahsinut Tilawah, Program Studi Naskah Ulumul Qur’an, Kajian Al-Qur’an, serta Halaqah Guru Binaan dan Kader Instruktur Al-Qur’an.

“Saat ini, LBIQ DKI Jakarta melayani sekitar 3.000 peserta didik per angkatan, tanpa dipungut biaya. Mereka datang tidak hanya dari Jabodetabek, tetapi juga dari kota-kota lain di luar Jakarta,” ujarnya.

LBIQ DKI Jakarta merupakan lembaga non-struktural yang dibentuk Pemprov DKI atas inisiatif Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Sekretariat Daerah. Selain sebagai pusat pembelajaran, lembaga ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi perangkat daerah, pembina, tim ahli, dosen, dan pengurus.

Dengan dukungan pemerintah dan sinergi dengan masyarakat, LBIQ diharapkan terus menjadi lembaga unggulan yang berperan aktif dalam membina kehidupan beragama dan menanamkan nilai moral bagi generasi penerus di Jakarta.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.