Parigi Moutong Prioritaskan Program Pendidikan Bersama PGRI

Kamis, 14 Agu 2025, 00:33 WIB

PARIGI – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) digandeng Pemkab Parigi Moutong (Parimo), Sulteng, untuk memperkuat salah satu program prioritas sektor pendidikan. Dengan pendidikan yang lebih maju, masyarakat mampu memperbaiki kesejahteraan. Selain itu, pendidikan juga menjadi sarana menaikkan kualitas sumber daya manusia Parigi. 

"Organisasi profesi guru memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan, termasuk melindungi hak-hak guru, maka kami menggandeng mereka untuk menguatkan program prioritas daerah," kata Bupati Parimo Erwin Burase pada pengukuhan pengurus PGRI Parimo Periode 2025-2030 di Parigi, Rabu.

Ket. Foto: Pelajar — Sumber: ist

Ia mengemukakan PGRI menjadi mitra strategis dalam bidang pengembangan kualitas pendidikan di daerah, mulai dari tingkat peserta didik hingga tenaga pendidikan. Parigi Moutong memiliki slogan Gerbang Desa atau membangun dari desa, yang mana berorientasi pada empat pilar pembangunan, yakni pilar membangun kesehatan melalui upaya promotif, preventif, dan kuratif dengan tujuan meningkatkan usia harapan hidup, menurunkan angka stunting, obesitas, gizi buruk serta menurunkan angka kematian maupun kematian.

Selain itu, pilar pendidikan dengan tujuan meningkatkan rata-rata lama sekolah (RSI) dan harapan lama sekolah, serta pilar ekonomi dengan tujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, pengentasan kemiskinan, menstabilkan inflasi, kemudahan berusaha maupun menjaga iklim investasi daerah.

"Guru-guru yang bertugas di daerah terpencil melalui program pendidikan kami usung disiapkan rumah dinas dan kendaraan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menggenjot mutu pendidikan, selain daerah terpencil juga menjadi perhatian kami," kata Erwin.

Dia menyebut data rata-rata lama sekolah Parigi Moutong masih rendah di angka 8,2 tahun maka PGRI memiliki peran vital membantu pemerintah meningkatkan angka tersebut. "Kami berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya guru melalui kerja sama dibangun dengan PGRI," ucapnya.

Ketua PGRI Sulawesi Tengah Syam Zaini mengatakan tenaga pendidikan harus memiliki perilaku dan karakter yang baik sebagai sosok yang memberikan pengajaran bagi generasi penerus bangsa. Ia menegaskan guru jangan melakukan tindakan-tindakan yang dapat mencoreng profesi pendidik, seperti terlibat dalam tindak terorisme, korupsi dan asusila.

"Tiga kasus itu sangat fatal tidak bisa dilakukan pendampingan hukum. Maka saya meminta para guru harus teladan, mencintai profesi dan mendidik siswa dan siswi dengan tulus," ujarnya. Saat ini memang diperlukan banyak teladan utamanya dari para guru. Sebab makin banyak guru justru berperilaku buruk yang jelas bertentangan dengan statusnya sebagai pendidik.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.