Mensos: Sekolah Rakyat Model Pengentasan Kemiskinan Terpadu`

Senin, 12 Jan 2026, 03:03 WIB

BANJARBARU - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan Program Sekolah Rakyat merupakan model pengentasan kemiskinan terpadu yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto dengan pendidikan sebagai pintu masuk utama.

Dalam konferensi selepas meninjau persiapan peresmian Sekolah Rakyat rintisan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (11/1), Mensos Saifullah mengatakan program tersebut tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga melibatkan orang tua sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.

Ket. Foto: Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan keterangan terkait Program Sekolah Rakyar selepas meninjau persiapan acara peresmian 166 Sekolah Rakyat rintisan yang akan digelar terpusat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1/2026) — Sumber: Antara

“Besok yang diundang itu bukan hanya siswa, tetapi juga orang tua siswa. Karena Sekolah Rakyat adalah bagian dari pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas, sekaligus menjadi miniatur pengentasan kemiskinan terpadu.

Menurut dia, konsep Sekolah Rakyat mengintegrasikan pendidikan anak dengan pemberdayaan keluarga agar dampaknya berkelanjutan. “Anaknya disekolahkan, orang tuanya diberdayakan. Anaknya lulus, orang tuanya naik kelas. Pendekatannya memang pengentasan kemiskinan,” ujar Mensos.

Dalam pelaksanaannya Sekolah Rakyat menjadi episentrum berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, antara lain Program Tiga Juta Rumah, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JKN, serta bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Program tersebut dinilai krusial menyusul data yang dipaparkan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo dalam kesempatan berbeda, diketahui data terakhir masih 8,57 persen atau sekitar 24 juta penduduk Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Bahkan 1,13 persen atau sekitar 3,17 juta penduduk masuk dalam kategori miskin ekstrem.

Melalui Sekolah Rakyat, kata dia, Presiden ingin menyiapkan anak-anak dari keluarga tidak mampu agar memiliki kapasitas dan daya saing untuk berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan data Kementerian Sosial (Kemensos), hingga 2025 telah dibangun 166 titik Sekolah Rakyat rintisan dengan kapasitas sekitar 16.000 siswa yang didukung 2.400 guru serta lebih dari 4.000 tenaga kependidikan pada jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.

Pemerintah dijadwalkan peresmian ratusan Sekolah Rakyat rintisan itu secara resmi pada Senin 12 Januari 2026 yang digelar secara terpusat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan akan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.

Lanjut Kuliah

Mensos mengungkapkan bahwa hasil survei terhadap lebih dari 6.000 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) saat ini menunjukkan sekitar 60 persen atau sekitar 3.600 orang siswa ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi.

“Dari survei lebih dari 6.000 siswa SRMA yang saat ini belajar, sekitar 60 persen ingin kuliah dan meneruskan ke pendidikan tinggi,” kata Mensos.

Ia mengaku optimistis setelah mendapatkan hasil hasil pengukuran yang dilakukan berbasis teknologi Artificial Intelligence/AI mendapati dari hampir 16 ribu total siswa Sekolah Rakyat rintisan ada sebanyak 37,4 persen atau 1.828 siswa berpotensi dalam bidang sains teknologi rekayasa dan matematika (STEM). Kemudian dari STEM ini juga ditemukan sebanyak 1.204 siswa bakatnya pada bidang teknik.

Kementerian Sosial juga mendapatkan 39,6 persen atau sebanyak 1.938 siswa Sekolah Rakyat berpotensi dalam bidang sosial. Sementara 23,0 persen atau 1.123 orang siswa lain berpotensi bidang bahasa. Selanjutnya 8.860 siswa atau 16 persen berpotensi bidang penegakan hukum mulai dari notaris, hakim, tentara, polisi, dan pengacara. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.