Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Kelaparan di Gaza Kian Parah, Korban Terus Berjatuhan

📅 Kamis, 14 Agu 2025, 21:55 WIB | Oleh:
Krisis Kelaparan di Gaza Kian Parah, Korban Terus Berjatuhan Doc: AFP/Vatican News
Ket. Warga Palestina yang terusir mencari pasokan makanan yang semakin menipis yang didistribusikan oleh dapur amal di kamp pengungsi Nuseirat.

NEW YORK - Korban jiwa akibat kelangkaan makanan yang parah terus bertambah saat serangan udara dan pengeboman di seluruh Gaza terus mengakibatkan orang-orang tewas, terluka, dan mengungsi serta menghancurkan infrastruktur sipil, kata badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (13/8).

Otoritas kesehatan Gaza pada Rabu (13/8) tersebut melaporkan bahwa delapan orang yang menderita dampak malanutrisi dan kelaparan, termasuk tiga orang anak, meninggal dunia dalam 24 jam sebelumnya.

"Laporan-laporan seperti ini terjadi setiap hari, yang mencerminkan krisis kemanusiaan yang semakin dalam dan kebutuhan mendesak akan bantuan yang berkelanjutan," kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

OCHA mengatakan pada tahun ini, lebih dari 340 anak telah ditangani untuk mendapatkan perawatan malanutrisi di salah satu dari lima pusat perawatan di Gaza. Hingga 5 Agustus, dilaporkan total 49 kematian anak akibat malnutrisi, termasuk 39 anak di bawah usia lima tahun (balita).

Setelah Israel mempertanyakan kebenaran laporan kematian akibat malanutrisi dari otoritas kesehatan Gaza, Stephane Dujarric, juru bicara (jubir) Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres, mengatakan dalam sebuah konferensi pers baru-baru ini bahwa badan dunia tersebut menemukan fakta bahwa laporan tersebut memang benar adanya.

OCHA mengatakan PBB dan para mitranya mengumpulkan data dari lebih dari 900 rumah tangga di seluruh Gaza pada Juli 2025, yang mengindikasikan adanya trauma berkelanjutan yang mengarah pada masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi. Banyak orang tinggal di tempat penampungan tidak resmi yang penuh sesak, tidak aman, serta minim ruang dan privasi, terutama bagi perempuan dan anak-anak.

Badan PBB tersebut mengatakan mitra-mitra kemanusiaannya yang bekerja di bidang perlindungan mulai memberikan dukungan kesehatan mental dan psikososial kepada tim perawatan mereka yang mengalami trauma di Gaza melalui sesi "perawatan untuk para perawat."

Rumah tangga terus melaporkan sanitasi yang buruk dan kurangnya air bersih, kata OCHA, sementara di Gaza selatan, jalur pipa air yang dipasok Israel, Mekorot, masih rusak selama hampir satu pekan.

OCHA mengatakan tim PBB di Gaza mengumpulkan lebih banyak makanan dan bahan bakar dari perlintasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem dan Zikim pada Selasa (12/8). Separuh lebih dari 15 misi yang dikoordinasikan dengan otoritas Israel berhasil difasilitasi, sisanya ditolak, dihalangi, atau dibatalkan.

OCHA mengatakan sejumlah barang untuk tempat perlindungan menjadi prioritas karena pasokan telah habis, membuat orang-orang terpapar panasnya musim panas dan tidak terlindungi ketika musim dingin tiba. "Banyak tenda dan terpal yang perlu diganti... Hal ini sangat mendesak di tengah pengumuman perluasan operasi militer Israel di Gaza City, yang akan menimbulkan konsekuensi bencana bagi masyarakat."

Masuknya barang-barang sedikit memperbaiki situasi pasar baik dari segi harga maupun ketersediaan, namun jumlah bantuan yang dapat dibawa masuk ke Gaza tidak memenuhi kebutuhan minimum bagi mereka yang kelaparan, ungkap OCHA. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Tips Menjalankan Bisnis Waralaba

29 menit yang lalu | Ones

Rona
Tips Menjalankan Bisnis War...
Nasional
Terungkap! Ini Isi Pertemua...
Olahraga
Fajar/Fikri Belum Puas mesk...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.