Kemendag: 7.257 Produk Indonesia Kena Tarif Nol Persen ke Peru

Rabu, 13 Agu 2025, 01:00 WIB

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut 90,7 persen atau sekitar 7.257 barang asal Indonesia mendapatkan tarif nol persen saat masuk ke Peru.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (Dirjen PPI) Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono mengatakan, beberapa produk yang mendapat nol persen antara lain mobil, alas kaki, tekstil, kelapa sawit dan turunannya, manufaktur, dan peralatan rumah tangga.

Ket. Foto: Dirjen PPI)Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono dalam jumpa pers Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) Indonesia-Peru, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (12/8). — Sumber: ANTARA/Maria Cicilia Galuh

"Dari sisi kuantitatif kurang lebih kita akan mendapatkan preferensi lebih dari 90 persen post tarif yang ada di Peru. Kalau ini kan kita masih fokus di barang ya. Nah dari sisi Peru kurang lebih kita juga akan memberikan 90 persen lebih dari produk ataupun post tarif yang kita miliki," ujar Djatmiko di Jakarta, Selasa (12/8).

Seperti dikutip dari Antara, dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) Indonesia-Peru terdapat 10 komoditas unggulan, yakni mobil penumpang dan kendaraan bermotor; alas kaki dengan sol luar dari karet, plastik, kulit, atau kulit komposisi, dan bagian atas dari bahan tekstil; serta minyak kelapa sawit dan fraksinya, baik dimurnikan atau tidak, tetapi tidak dimodifikasi secara kimia.

Kemudian, lemari pendingin, pembeku, dan peralatan pendingin atau pembeku lainnya, listrik atau bukan listrik; pompa panas selain mesin AC pos 84.15; alas kaki dengan sol luar dari karet, plastik, kulit, atau kulit komposisi, dan bagian atas dari kulit; alas kaki lainnya dengan sol luar dan bagian atas dari karet atau plastik; dan Kertas dan karton tidak dilapisi, tanpa proses lapisan, untuk penulisan, pencetakan, atau tujuan grafis lainnya, dan kertas untuk kartu atau tape punch, dalam lembar atau gulungan.

Djatmiko melanjutkan, margarin; campuran atau sediaan yang dapat dimakan dari lemak atau minyak hewani, nabati, atau mikroba, atau fraksi dari berbagai lemak/minyak tersebut, selain lemak/minyak pos 15.16; cengkeh (buah utuh, bunga cengkeh, dan tangkainya); mesin cetak yang digunakan untuk mencetak dan komponen cetak lainnya dari pos 84.42; serta printer fotokopi, dan mesin faks, baik digabungkan atau suku cadangnya.

Namun demikian, Djatmiko menyampaikan bahwa pengenaan tarif 0 persen terhadap 90 persen komoditas asal Indonesia akan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas utamanya adalah kendaraan bermotor, alas kaki, tekstil, kelapa sawit, refrigerator/pendingin.

Pasar Ekspor Baru

Lebih lanjut, Djatmiko mengatakan kerja sama ini menguntungkan kedua belah pihak dalam bidang ekspor. Selain itu, dengan CEPA dapat meningkatkan daya saing di kawasan.

"Kita mencoba menargetkan 5 miliar Dollar AS dalam beberapa tahun ke depan. Mudah-mudahan ini kalau bisa loncat ini luar biasa," ujarnya.

Total perdagangan Indonesia-Peru pada 2024 tercatat sebesar 480,7 juta dollar AS. Walaupun masih cukup kecil, perdagangan Indonesia dengan Peru menunjukkan pertumbuhan rata-rata 15,08 persen per tahun selama 2020-2024.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.