Mencermati “Update” Tarif AS, Senin 11 Agustus 2025

Senin, 11 Agu 2025, 10:08 WIB

JAKARTA - Rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan pada awal pekan ini seiring meningkatnya kekhawatiran pasar atas kebijakan tarif baru yang diumumkan pemerin­tah Amerika Serikat (AS). 

Sentimen tersebut memicu penguatan dollar AS karena investor mencari aset lindung nilai di tengah prospek me­ningkatnya tensi perdagangan global.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong melihat investor masih akan terus mencermati update se­putar tarif AS.

Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (11/8), bergerak di kisaran 16.250 - 16.350 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya nilai tukar rupiah pada penutupan perda­gangan, Jumat (8/8), di Jakarta melemah sebesar 6 poin atau 0,04 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.293 rupiah per dollar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia per akhir Juli 2025 yang menurun menjadi 152 miliar dollar Amerika Serikat (AS). Pada Juni 2025, cadev tercatat sebesar 152,6 miliar dollar AS.

“Sebagian disebabkan oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan intervensi BI (Bank Indo­nesia) di pasar valuta asing,” kata Taufan Dimas di Jakarta.

Kendati begitu, persepsi terhadap stabilitas makro eko­nomi Indonesia secara umum masih cukup kuat, sehingga membantu menopang nilai tukar rupiah.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.