Indonesia dan Peru Capai Kesepakatan Dagang
Senin, 11 Agu 2025, 20:35 WIBJAKARTA - Indonesia dan Peru pada hari Senin (11/8), menandatangani perjanjian perdagangan di Jakarta, dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu ingin membuat terobosan ke pasar Amerika Selatan.
Kesepakatan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini mengenakan tarif sebesar 19 persen pada impor dari Indonesia berdasarkan pakta baru.
Presiden Peru Dina Boluarte disambut oleh marching band dan lagu kebangsaan pada upacara di istana presiden di ibu kota Indonesia sebelum pembicaraan.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengatakan para pemimpin kemudian menyaksikan penandatanganan pakta perdagangan, yang dijuluki Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA), yang akan memperdalam hubungan antara kedua negara setelah ia mengunjungi Lima tahun lalu.
âPerjanjian ini akan memperluas akses pasar dan mendorong aktivitas perdagangan kedua negara,â kata Prabowo setelah pertemuan.
âBiasanya, kesepakatan ini memakan waktu bertahun-tahun, tetapi Indonesia dan Peru berhasil menyelesaikan kesepakatan ini dalam waktu 14 bulan.â
Mereka sepakat untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang termasuk pertahanan, narkotika, ketahanan pangan, energi, perikanan dan pertambangan, katanya, tanpa memberikan rincian.
Menurut data kementerian perdagangan pada tahun 2024, ekspor Indonesia ke Peru bernilai 329,4 juta dolar AS sementara ekspor Peru ke Indonesia sebesar 149,6 juta AS.
Perjalanan Boluarte merupakan kunjungan balasan setelah Prabowo melakukan perjalanan ke Peru pada bulan November untuk menghadiri KTT APEC (.Asia-Pacific Economic Cooperation).
Menteri Perdagangan Budi Santoso, mengatakan, sebelum kunjungan kenegaraan Boluarte bahwa kesepakatan ekonomi akan memungkinkan barang-barang Indonesia memasuki pasar di Amerika Tengah dan Selatan.
Boluarte, 63 tahun, adalah pemimpin yang sangat tidak populer di dalam negeri dan telah menghadapi protes terhadap ledakan kekerasan geng.
Tingkat persetujuannya berkisar sekitar 2 persen pada bulan Mei.
- hubungan dagang
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pasar Latin Nggak Bisa Diabaikan Lagi: Cili Buktiin Dagang RI Naik 12% Pasca CEPA
-
Target Ambisius: Pemerintah Kebut Pembangunan 33 PLTSa, Dimulai dari 7 Proyek pada 2026
-
Kemenkeu Berniat Gelar Tabayyun dengan MUI Mengenai Pajak
-
Rangkaian Paskah, Umat Katolik Kaltara visualisasikan Jalan Salib
-
Prabowo Awali Agenda di Washington DC dengan Temui Komunitas Bisnis AS
-
Kurangi Konsumsi Diesel, Segera Konversi PLTD ke PLTS+BESS
-
Pemkab Penajam Usulkan 168 Km Jalan Sepaku Dilimpahkan ke Otorita Ibu Kota Nusantara agar Perbaikan Infrastruktur Dipercepat
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.