• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Benci Senin? Awas Bisa Pic...

Benci Senin? Awas Bisa Picu Serangan Jantung hingga Mempercepat Kematian!

Senin, 11 Agu 2025, 08:47 WIB

JAKARTA - Bagi banyak orang, Senin menjadi musuh terbesar dalam kalender mingguan. Setelah dua hari penuh kebebasan dan relaksasi di akhir pekan, Senin datang bagaikan tamu tak diundang yang membawa beban pekerjaan, kewajiban, dan tekanan mental. 

Namun, siapa sangka rasa benci ini ternyata bukan cuma masalah mood, tapi bisa jadi ancaman serius bagi kesehatan.

Ket. Foto: Ilustrasi wanita benci senin — Sumber: Freepik

Penelitian terbaru dari Hong Kong University (HKU) mengungkap fakta mencengangkan rasa cemas yang muncul menjelang Senin ternyata berhubungan erat dengan lonjakan hormon stres kortisol, dan efeknya bisa bertahan bahkan setelah seseorang pensiun.

Artinya, kutukan Senin ini bisa meninggalkan jejak panjang dalam tubuh kita.

Kita tahu, stres bukanlah teman baik. Kortisol yang melonjak tinggi terbukti memiliki kaitan erat dengan beragam masalah kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular. 

Bahkan, meta analisis pada 2005 menemukan, risiko serangan jantung pada hari Senin meningkat hingga 19 persen dibandingkan hari-hari lainnya.

Dalam studi terbaru ini, para ilmuwan memantau 3.511 orang dewasa berusia 50 tahun ke atas yang ikut serta dalam English Longitudinal Study of Ageing (ELSA). 

Para partisipan diminta melaporkan tingkat kecemasan mereka di berbagai hari, lalu peneliti menganalisis sampel rambut mereka untuk mengukur kadar kortisol.

Hasilnya mengejutkan, mereka yang melaporkan tingkat kecemasan tinggi di hari Senin memiliki kadar kortisol 23 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang cemas di hari lain. 

Lonjakan ini mengindikasikan kecemasan awal pekan mampu mengganggu sumbu hipotalamus hipofisis adrenal (HPA), pusat utama pengendali stres tubuh.

Dengan kata lain, rasa benci terhadap Senin bukan cuma “drama pekerja kantoran” atau candaan media sosial. 

Ini masalah kesehatan nyata yang bisa memengaruhi jantung, otak, bahkan harapan hidup. Jadi, jika selama ini menganggap Monday Blues hanyalah keluhan biasa, pikirkan lagi, tubuh mungkin sedang membayar harga yang lebih mahal dari yang sadari.

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

Berita Terbaru

Wow Ini Cara Unik Vokalis Grup Musik Kahitna Hedi Yunus untuk Rayakan Ulang Tahun

Makin Bersih dan Asri, Pemkot Yogyakarta Terjunkan Alat Berat Tata Sungai Code

Arthur Gea Raih Gelar ATP Perdana di Los Cabos, Taylor Fritz Tantang Rafael Jodar di Final Washington

Pentagon Jadwalkan Jet Tempur Generasi Keenam F-47 Terbang Tahun 2028

Festival Gir Sereng Kota Probolinggo Jadi Upaya Melestarikan Budaya Lokal

Roma Bidik Penyerang Aston Villa Evann Guessand, Negosiasi Berpotensi Gunakan Skema Pinjaman

Bursa Transfer: Manchester United Pertahankan Enzo Kana-Biyik, Schalke Bidik Buonanotte

Promosikan Kain Ulos agar Makin Banyak Dikenal

Rudal Balistik Hipersonik Iran: Pejabat Pentagon Peringatkan Pasukan AS akan Kesulitan Menghadapi Kheibar Shekan

Piala AFF 2026: Thailand Gusur Malaysia ke Puncak Grup B, Anthony Hudson Puji Clean Sheet Tim Asuhannya

Cegah Pencemaran Meluas, Enam Ton Minyak Berhasil Dibersihkan dari Perairan Semau

Kapten Timnas Sepak Bola Indonesia Rizky Ridho: para Pemain Tidak Akan Terpancing Provokasi Vietnam

Wajib Ditiru Kebijakan Ini, Pemkab Gianyar Bali Lindungi 595 Seniman melalui BPJS Ketenagakerjaan

Debut Enzo Maresca di Manchester City Berakhir Pahit, Tetap Puas Meski Kalah Adu Penalti dari Inter Milan

Dampak Kekeringan, PMI Cianjur Distribusikan Air Bersih untuk 1.322 Keluarga

Ning Lia: Jatim Juara Umum LKS Nasional Empat Kali Berturut-turut Bukti Konsistensi Gubernur Khofifah Bangun Ekosistem Pendidikan

Fiskal Daerah Tercekik, Politik Anggaran Perlu Dikoreksi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.