Wimbledon Akui Kesalahan Manusia dalam Sistem Pemanggil Garis Otomatis

Selasa, 08 Jul 2025, 08:30 WIB

LONDON, INGGRIS — Pihak penyelenggara Wimbledon mengakui adanya kesalahan manusia di balik insiden memalukan yang melibatkan sistem pemanggil garis elektronik dalam pertandingan babak keempat antara Anastasia Pavlyuchenkova dan Sonay Kartal, Minggu (6/7) di Centre Court.

Kesalahan teknis ini membuat sistem tidak mendeteksi bola keluar dengan jelas, yang seharusnya memberi Pavlyuchenkova keunggulan 5-4 di set pertama. Namun, wasit Nico Helwerth justru memutuskan poin diulang dan Kartal — petenis tuan rumah — berhasil memenangkan gim tersebut.

Ket. Foto: Petenis Russia Anastasia Pavlyuchenkova melakukan protes kepada wasit dalam pertandingan babak keempat Wmbelodon, Minggu (6/7). — Sumber: AFP

Setelah dilakukan investigasi, pihak turnamen mengonfirmasi bahwa sistem electronic line-calling (ELC) secara tidak sengaja dinonaktifkan selama satu gim. Dalam pernyataan resminya, Wimbledon menyebutkan:

"Dalam periode itu, ada tiga keputusan yang tidak tertangkap oleh sistem ELC di bagian lapangan yang terdampak. Dua di antaranya diputuskan oleh wasit utama, yang tidak mengetahui bahwa sistem telah dinonaktifkan."

Wasit kemudian menghentikan pertandingan untuk berkonsultasi dengan petugas peninjau, sebelum memutuskan bahwa poin terakhir harus diulang.

Pavlyuchenkova yang tampak frustrasi menuduh wasit menunjukkan keberpihakan terhadap tuan rumah.

“Karena dia (Kartal) pemain lokal, mereka bisa katakan apa saja. Mereka merampas gim dari saya,” ucap petenis asal Russia itu usai pertandingan.

Pihak Wimbledon telah meminta maaf langsung kepada kedua pemain dan menegaskan proses standar telah diikuti.

Sally Bolton, CEO All England Club, pada hari Senin mengatakan bahwa secara teknis sistem bekerja dengan baik, namun kesalahan terjadi dalam pengoperasian.

“Masalahnya adalah kesalahan manusia, karena sistem pelacakan secara tidak sengaja dimatikan, dan wasit tidak diberi tahu bahwa sistem sedang tidak aktif,” ujar Bolton.

Pihak penyelenggara langsung melakukan evaluasi internal dan memperbarui prosedur guna mencegah kejadian serupa terulang.

Mulai tahun 2025 ini, Wimbledon mengikuti jejak Australia Open danUS Open dengan menghapus peran wasit garis dan menggantinya sepenuhnya dengan teknologi otomatis. Namun, insiden dalam laga Pavlyuchenkova vs Kartal menambah daftar keraguan terhadap sistem baru tersebut.

Sejumlah pemain Inggris seperti Emma Raducanu dan Jack Draper sebelumnya juga mengutarakan kekhawatiran terhadap akurasi sistem tersebut.

Sekitar 80 mantan wasit garis kini bekerja sebagai asisten pertandingan, dua di antaranya ditempatkan di setiap lapangan untuk membantu wasit utama. Meski begitu, Bolton menegaskan tidak ada urgensi untuk mengembalikan wasit garis ke lapangan.

“Sistemnya fungsional. Yang terjadi adalah sistem dinonaktifkan. Yang dibutuhkan adalah memastikan sistem tetap aktif, bukan mengganti dengan wasit manual,” tegasnya.

Teknologi pemanggil garis otomatis kini telah menjadi standar di turnamen-turnamen ATP dan banyak ajang WTA, sebagai bagian dari revolusi digital dalam dunia tenis profesional.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.