Pasaman Barat Genjot Produksi Padi Lewat Optimalisasi Lahan dan Irigasi

Minggu, 10 Agu 2025, 17:05 WIB

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura melakukan optimalisasi lahan pertanian dalam upaya meningkatkan produksi padi di daerah itu.

"Optimalisasi lahan sangat diperlukan dalam rangka memperbaiki lahan dan saluran air melalui irigasi yang baik. Dengan harapan produksi padi akan meningkat," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat Doddy San Ismail di Simpang Empat, Minggu.

Ket. Foto: Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Kabupaten Pasaman Barat mulai mengerjakan perbaikan saluran irigasi di Kelompok tani Bancah Basung Nagari Sungai Janiah Talu Kecamatan Talamau dalam upaya optimalisasi lahan pertanian — Sumber: Antara Foto

Menurutnya untuk saat ini pihaknya telah menyiapkan sekitar 500 hektare lahan untuk optimalisasi melalui anggaran Kementerian Pertanian melalui Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian sebesar Rp2,3 miliar.

500 hektare lahan yang disiapkan itu, katanya, berada di lima kecamatan yakni Kecamatan Ranah Batahan di lahan tiga kelompok, Kecamatan Kinali empat kelompok, Kecamatan Gunung Tulen satu kelompok, Kecamatan Pasaman tiga kelompok dan di Kecamatan Talamau tujuh kelompok.

"Pengerjaan segera dilakukan dengan tahap awal optimalisasi perbaikan infrastruktur jaringan irigasi yang rusak sehingga aliran air dapat mengalir dengan lancar ke sawah petani," katanya.

Tahap awal jaringan irigasi tersier atau dalam lokasi sawah diperbaiki setelah itu baru jaringan sekunder dari Dinas Pekerjaan Umum.

Kemudian akan memperoleh bantuan benih, pestisida dan alat pertanian dari Kementerian Pertanian.

Lalu juga akan memberikan kesempatan kepada petani milenial dengan pembentukan brigade pangan dengan partisipasi sarana alat pertanian.

Pihaknya juga terus meningkatkan sosialisasi kepada petani melalui penyuluh di lapangan agar melakukan penanaman tiga kali setahun sehingga produksi dapat meningkat.

"Penyuluh melakukan edukasi ke petani melalui sekolah lapangan dalam upaya meningkatkan pengetahuan untuk meningkatkan produksi padi. Penyuluh pertanian saat ini berjumlah 95 orang yang tersebar di 11 kecamatan," katanya.

Pada semester 1 2025 pihaknya mencatat produksi padi di daerah itu mencapai 41.247 ton gabah kering dari target 95.823 ton selama 2025.

  • Optimalisasi lahan

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.