MR.D.I.Y. Indonesia Umumkan Pemenang Art Competition 2025 Bertema Identitas dan Keberagaman
Jumat, 08 Agu 2025, 15:15 WIBJAKARTA â PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR.D.I.Y. Indonesia, ritel perlengkapan rumah tangga terbesar di Indonesia, sukses menggelar kompetisi seni perdana bertajuk MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2025 dengan tema âIdentity & Diversityâ. Kompetisi ini mencatat lebih dari 1.600 peserta dari Aceh hingga Papua, dengan total 2.300 karya seni yang masuk sebelum penutupan pendaftaran pada 30 Juni 2025.
Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, menyampaikan, âKami sangat berterima kasih atas antusiasme dan semangat masyarakat Indonesia terhadap MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2025. Ribuan karya yang kami terima membuktikan bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyuarakan keberagaman dan mempererat kebersamaan.â
Edwin menambahkan apresiasi kepada para peserta atas semangat, kreativitas, dan ekspresi autentik yang tercermin dalam karya mereka. Ia menegaskan bahwa seni bukan hanya ruang ekspresi, melainkan juga jembatan untuk merayakan identitas dan keberagaman di Indonesia.
Proses penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional seperti pelukis R.E. Hartanto, Mitha Budhyarto, Abigail Hakim, dan perwakilan MR.D.I.Y., Edwin Cheah. Karya dinilai berdasarkan ide, kreativitas, komposisi, dan teknik yang digunakan dalam setiap hasil cipta.
R.E. Hartanto menjelaskan, âDalam waktu kurang lebih satu bulan setelah kompetisi ditutup, kami melewati proses penilaian dalam tiga tahap dengan mempertimbangkan empat kriteria utama: relevansi dengan tema, konsep dan narasi, kreativitas, serta aspek teknis dan visual.â
Menurutnya, para finalis menunjukkan kualitas luar biasa dengan interpretasi tema âIdentitas & Keberagamanâ yang personal dan reflektif. Ia berharap penghargaan dari kompetisi ini menjadi pengakuan dan pengingat akan kehormatan serta komitmen dalam berkarya.
Pendiri IndoArtNow, Tom Tandio, mengatakan, âKami mengapresiasi langkah MR.D.I.Y. Indonesia yang memberi ruang nyata untuk seniman lokal. Kompetisi ini adalah katalis penting bagi praktik seni yang lebih inklusif dan bermakna.â
Selain mengumumkan pemenang, MR.D.I.Y. Indonesia menggelar pameran Art Exhibition pada 6â17 Agustus 2025 di Toko Flagship MR.D.I.Y. Lotte Mall, Jakarta. Pameran ini terbuka untuk umum dan gratis, sebagai bentuk dukungan terhadap eksposur karya finalis.
Para pemenang kompetisi ini juga akan mendapatkan kesempatan berkompetisi di tingkat regional melawan pemenang dari MR.D.I.Y. Thailand dan Malaysia. Edwin menegaskan bahwa ajang ini diharapkan menjadi pijakan bagi seniman pemula maupun profesional untuk terus berkarya dan berekspresi.
Berikut daftar pemenang MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2025 dengan total hadiah Rp280 juta:
Kategori Umum:
Grand Prize dimenangkan oleh M. Aidi Yupri dengan karya Rakit Rekat Nusantara, yang memvisualisasikan perahu, hutan, dan buku sebagai simbol semangat kolektif budaya Nusantara. Aidi, perupa asal Magelang, banyak terinspirasi oleh alam seperti batu, air, dan pepohonan, dan aktif dalam bidang botani serta petualangan alam.
Judgesâ Award diraih Andita Purnama melalui karya Babad Tanah Leluhur: Wasiat Bunga Kencana Wungu, instalasi dari pita kaset dan simbol perempuan sebagai penanda sejarah dan identitas. Andita adalah seniman multidisipliner lulusan pascasarjana Institut Seni Indonesia yang mengeksplorasi berbagai medium seni, termasuk seni pertunjukan berbasis video.
President Directorâs Award diberikan kepada Dona Prawita Arissuta lewat karya Weâve Not Just Been Extremely Fortunate, yang mengungkapkan syukur atas keberagaman bangsa melalui metafora visual gunungan dan simbol kultural. Dona dikenal sebagai seniman kontemporer multidisipliner lulusan ITB yang sering menampilkan karyanya di pameran nasional dan internasional.
Kategori Pelajar & Mahasiswa:
Grand Prize dimenangkan oleh Diandra Lamees dengan karya Upacara Imlek Versiku, yang merefleksikan perjalanan mengenal ulang budaya Tionghoa dalam bentuk keramik. Diandra adalah mahasiswa seni rupa Institut Teknologi Bandung yang fokus pada studio keramik.
Judgesâ Award diraih Raden Muhammad Taufik Hidayat lewat karya Penyambutan Semesta #2, yang merepresentasikan quarter-life crisis sebagai ruang jeda dan refleksi di tengah banjir informasi. Taufik adalah seniman lintas medium berbasis di Yogyakarta yang tengah menyelesaikan studi di Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
President Directorâs Award diberikan kepada Prakadetto Alansa dengan karya Momen Pemersatu, yang memadukan simbol sepakbola dan kekayaan hayati Indonesia sebagai identitas dan kesatuan bangsa. Prakadetto adalah seniman muda asal Gunungkidul yang kini menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Informasi lebih lanjut mengenai kompetisi ini dapat diakses melalui situs resmi mrdiy.id/ArtCompetition2025.
- Kreativitas
- Kompetisi
- MR.D.I.Y. Indonesia
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Guru Madrasah dan Harapan PPPK, Bukan Sekadar Status tapi Pengakuan Negara Atas Pengabdian Panjang
-
Baznas DKI Targetkan Himpun Dana ZIS Rp450 Miliar pada 2026
-
Kawasan Teluk Bergejolak: Drone Iran Sasar Kapal Tanker Kuwait
-
Atap Terminal Bandara Soetta Rusak akibat Cuaca Ekstrem
-
Lawan Mafia Tanah, Menteri ATR Nusron Wahid Perkuat Digitalisasi Pertanahan
-
MR.D.I.Y. Indonesia Buka Toko ke-1.200 di Sumbawa
-
Cetak Gamer Level Amatir Jadi Atlet Profesional Tri Kembali Gelar H3RO 6.0
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.