Jadi Solusi Kesenjangan Pembiayaan, Kopdes Merah Putih Gerakkan Pertumbuhan Usaha Informal
📅 Jumat, 08 Agu 2025, 22:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa.
JAKARTA - Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research, Pranjul Bhandari, menilai pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) merupakan langkah strategis dalam memperluas inklusi ekonomi.
Inisiatif ini dinilai mampu membuka peluang usaha baru sekaligus memperluas akses sektor informal yang selama ini sulit menjangkau pembiayaan formal.
Bagi negara berkembang seperti Indonesia, penerapan berbagai model kelembagaan untuk merangkul segmen ekonomi yang belum terlayani menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan yang lebih merata dan berkelanjutan.
“Jadi, pendekatan langsung ke tingkat desa adalah ide bagus,” kata Pranjul dalam media briefing secara daring di Jakarta, Jumat (8/8).
Meski begitu, Pranjul mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi di tingkat desa membutuhkan proses yang tidak instan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam perjalanannya, dibutuhkan perbaikan secara berkelanjutan hingga koperasi benar-benar menghasilkan dampak positif bagi perekonomian.
“Saya kira tantangannya di sini adalah begitu Anda memulai sesuatu, Anda akan berkembang dan belajar sambil berjalan. Setiap kali Anda mempelajari sesuatu, apa yang berhasil atau tidak berhasil, Anda melakukan perubahan dan melangkah maju,” kata Pranjul.
HSBC Global Research mencatat, mayoritas pekerja di Indonesia bekerja di sektor informal dengan persentase sebesar 60 persen. Sektor ini umumnya terkait dengan aktivitas pertanian dan usaha kecil dan memiliki porsi konsumsi nasional sebesar 55 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara persentase pekerja formal sekitar 40 persen dari total tenaga kerja nasional dan memiliki porsi konsumsi sebesar 45 persen.
Menurut HSBC Global Research, konsumsi pada pekerja informal mulai membaik sehingga turut menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid pada kuartal II 2025, di saat konsumsi pekerja formal melemah.
Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) menyebut pembentukan 80.000 unit KDMP di seluruh Indonesia berperan dalam menciptakan lapangan kerja.
Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono mengatakan, proyeksi penyerapan tenaga kerja dari KDMP meliputi 240 ribu pengelola koperasi, 400 ribu pengurus koperasi, 240 ribu pengawas koperasi, dan 560 ribu tenaga unit usaha (seperti toko, apotek, cold storage, dan logistik).
Totalnya, lebih dari 1,4 juta lapangan kerja baru akan terbuka, khususnya bagi pemuda dan masyarakat desa.
Terdapat 108 koperasi percontohan yang diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lainnya. Pemerintah pun menargetkan 10.000 koperasi dapat beroperasi pada Agustus 2025.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!