- Home
-
- Luar Negeri
-
- Iran Gantung Ilmuwan Nukli...
Iran Gantung Ilmuwan Nuklir Bergelar Doktor, Ternyata Mata Mata Mossad di Jantung Program Atom Teheran!
Jumat, 08 Agu 2025, 13:05 WIBJAKARTA - Iran kembali mengirim pesan keras kepada dunia. Seorang ilmuwan nuklir bergelar doktor, yang selama ini berada di jantung program atom negara tersebut, dieksekusi gantung setelah terbukti menjadi mata-mata untuk badan intelijen Israel, Mossad.Â
Eksekusi itu, menurut pihak berwenang, adalah hukuman setimpal atas pengkhianatan yang disebut-sebut telah merenggut nyawa rekan-rekan sesama ilmuwan.
Rouzbeh Vadi, anggota Institut Penelitian Sains dan Teknologi Nuklir di bawah Organisasi Energi Atom Iran, dinyatakan bersalah membocorkan informasi rahasia kepada Mossad.Â
Data yang ia berikan disebut berujung pada kematian sejumlah ilmuwan senior, termasuk dua nama besar, Abdolhamid Minouhchehr dan Ahmad Zolfaghari yang tewas dalam perang 12 hari melawan Israel pada Juni 2025.
Vadi bukan sosok sembarangan. Ia meraih gelar doktor di bidang teknik reaktor dari Universitas Amir Kabir dan pernah menulis makalah penelitian bersama para tokoh besar nuklir Iran pada 2011.Â
Ironisnya, sebagian dari mereka kini telah menjadi korban dalam serangan udara Israel yang menghantam lokasi militer dan permukiman sipil di Iran.
âRouzbeh Vadi dieksekusi setelah proses peradilan tuntas dan hukuman mati disahkan Mahkamah Agung,â tulis Mizan Online, media resmi pengadilan Iran.Â
Laporan itu menegaskan Vadi membocorkan informasi penting yang membantu Israel mengeksekusi serangan mematikan terhadap tokoh-tokoh kunci program nuklir Teheran.
Meski belum jelas kapan Vadi ditangkap dan divonis, eksekusinya menjadi bagian dari gelombang penangkapan yang dilakukan Iran sejak perang singkat namun mematikan tersebut. Pemerintah Teheran berulang kali berjanji akan membersihkan jaringan mata-mata Israel dari dalam negeri.
Sejak pertengahan Juni, Israel melancarkan serangan udara yang disebut paling brutal dalam sejarah konflik kedua negara, menewaskan komandan militer, ilmuwan nuklir, dan ratusan warga sipil. Media lokal Iran menyebut sedikitnya belasan ilmuwan nuklir gugur dalam agresi itu.
Iran dikenal sebagai negara dengan angka eksekusi tertinggi kedua di dunia setelah China. Amnesty International mencatat, pada 2024 saja, 64 persen eksekusi global berasal dari Iran.Â
Dalam paruh pertama 2025, mereka sudah mengeksekusi 612 orang termasuk enam orang yang terbukti menjadi mata-mata Mossad. Salah satu yang dieksekusi sebelum Vadi adalah Mohammad-Amin Mahdavi-Shayesteh, pemimpin kelompok siber pro-Israel.
Eksekusi Vadi bukan sekadar hukuman mati biasa. Ia adalah simbol dari perang bayangan Israel-Iran yang terus berkobar, perang yang tak hanya bertarung di medan militer, tetapi juga di balik layar laboratorium nuklir dan jaringan intelijen internasional.
- Iran
- senjata nuklir
- israel
- mossad
- iran vs israel
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
Berita Terkait:
-
Lebaran Betawi Cipayung Dongkrak Omzet UMKM Rp57,3 Juta, Gerakkan Roda Ekonomi Masyarakat
-
Menko Infrastruktur Dorong Kereta Luar Jawa untuk Pemerataan dan Transportasi Hijau
-
Jangan Minum Es! Gubernur Kalsel Ingatkan Risiko Kesehatan bagi Jamaah Haji
-
Boston Celtics Kalahkan Philadelphia 76ers 123-91
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
-
Langkah Besar Doriane Pin, Perempuan Prancis Pertama Jajal Mobil F1 Modern
-
Bapanas Usul DMO Minyakita Naik Jadi 60 Persen demi Stabilitas Harga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.