Garuda Pertiwi Dituntut Bangkit Hadapi Vietnam di Piala AFF
📅 Jumat, 08 Agu 2025, 00:32 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ist
JAKARTA – Tim nasional sepak bola putri Indonesia harus segera melupakan kekalahan telak 0-7 dari Thailand dan bersiap menghadapi laga krusial berikutnya melawan tuan rumah Vietnam dalam lanjutan Grup A Piala AFF Putri 2025. Pertandingan kedua akan berlangsung di Stadion Lach Tray, Hai Phong, Sabtu (9/8).
Kekalahan menyakitkan dari Thailand pada hari Rabu (6/8) menempatkan skuad Garuda Pertiwi di dasar klasemen sementara. Sebaliknya, Thailand memimpin Grup A dengan koleksi tiga poin dan selisih gol meyakinkan.
Pelatih Indonesia, Joko Susilo, tidak menutupi kekecewaannya atas hasil tersebut. Dia menyebut skor besar seharusnya bisa dihindari jika para pemain tampil lebih tenang. “Seharusnya tidak sampai segitu jika anak-anak lebih tenang lagi,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Meski Thailand tampil dominan sejak awal laga, Joko menilai anak asuhnya masih memiliki potensi untuk bermain lebih baik. "Saya rasa kita bisa lebih baik daripada itu,” ucap pelatih yang menggantikan Satoru Mochizuki tersebut.
Dalam laga tersebut, Indonesia langsung kebobolan di menit ke-6 lewat tembakan Kanjanaporn Phomsri. Gol kedua Thailand lahir dari sundulan Miranda Casten di menit ke-19, disusul penalti Kanjanaporn pada menit ke-27. Dua gol tambahan dari Pichayatida Manowang dan Janista Jinantuya sebelum jeda memperbesar keunggulan Thailand menjadi 5-0.
Sebaiknya Anda baca juga:
Indonesia sempat mencoba bangkit di babak kedua dengan serangan dari sisi sayap, namun dominasi Thailand belum terbendung. Dua gol tambahan dari Pinyaphat Klinklai dan Thawanrat Promthongmee pada menit ke-71 dan 72 mengunci kemenangan 7-0 untuk Thailand.
Joko juga memberikan kesempatan bermain kepada pemain naturalisasi. Isa Warps tampil sebagai starter, sementara Estella Loupattij dan Noa Leatomu masuk dari bangku cadangan. Meski demikian, Joko mengakui para pemain tersebut belum sepenuhnya siap karena baru bergabung dalam waktu singkat.
Terkait proses naturalisasi, Joko menegaskan semua pemain memiliki darah Indonesia. “Naturalisasi di sini karena memang mereka ada keturunan Indonesia. Jadi mereka juga berhak membela Indonesia,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menghadapi Vietnam, Joko menuntut anak asuhnya untuk segera bangkit. Laga kontra tuan rumah bakal menjadi ujian mental sekaligus kesempatan untuk memperbaiki posisi di klasemen. Vietnam, yang bermain di hadapan pendukung sendiri, dipastikan menjadi lawan yang lebih berat dari Thailand.
Dengan peluang ke semifinal yang semakin menipis, Garuda Pertiwi dituntut tampil penuh semangat dan disiplin demi menjaga asa di turnamen regional ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!