Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tindakan Tegas Wali Kota Tangsel, Pecat Kepsek Pelaku Pungli

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tindakan Tegas Wali Kota Tangsel, Pecat Kepsek Pelaku Pungli Doc: Antara
Ket. Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie

Tangerang Selatan - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, akan mencopot dan memecat oknum kepala sekolah (kepsek) SDN Ciledug Barat, Pamulang, berinisial IH yang melakukan pungutan liar kepada orang tua murid.

"Saya mungkin nanti akan memberikan pertimbangan atau memberikan keputusan pada hukuman paling berat, karena hukum ini jadi contoh bagi yang lainnya," terang Benyamin di Tangerang, Kamis (7/8).

Sebelumnya, kepala sekolah dasar (SD) Negeri Ciledug Barat, Pamulang, Tangerang Selatan, dilaporkan dilaporkan ke Inspektorat terkait dugaan pungutan liar seragam sebesar Rp1,1 juta terhadap orang tua murid.

Kendati, oknum Kepsek tersebut dilakukan pemeriksaan dan ditemukan indikasi pelanggaran berat.

"Karena sudah ada edarannya dilarang mungut, dan sebagainya tidak boleh ada kepentingan pribadi, tapi kok masih dilakukan. InsyaAllah saya akan ambil keputusan hukuman yang terberat," ungkapnya.

Ia bilang, bahwa pihaknya kini sudah menyiapkan sanksi berat untuk oknum kepsek yang terbukti melakukan pungutan liar itu.

Selain itu, jajarannya inspektorat telah menganalisa beberapa pelanggaran yang telah dilakukan oleh oknum kepsek tersebut. Kendati, sanksi yang diberikan akan dipilih paling terberat sebagai memberikan efek jera dan contoh bagi para pegawai di lingkup pemerintahannya.

"Saya lihat dari tingkat kesalahannya dan yang bersangkutan adalah ASN serta pendidik, namun melakukan hal yang tidak patut. Maka saya akan mempertimbangkan atau memberi keputusan hukuman paling berat," ungkap dia.

Diketahui, orang tua murid Nur Febri Susanti (38), mengalami masalah untuk menyekolahkan kedua anaknya di SD Negeri Ciledug Barat, Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel).

Pasalnya, ia diminta untuk membayar biaya seragam sebesar Rp1,1 juta per anak atas permintaan dari kepala sekolah yang ditulis tangan.

Dimana, dari kedua anaknya itu merupakan siswa pindahan dari SD Negeri di wilayah Bintaro, Jakarta dan telah diterima di SDN Ciledug Barat, Pamulang itu pada 11 Juli 2025.

"Penghasilan suami saya cuma tukang parkir. Saya juga kadang jualan. Kepikiran, kalau enggak bisa dicicil seperti apa ya, gimana ya gitu," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.