Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wakaf Uang Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi Umat

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 16:14 WIB | Oleh:
Wakaf Uang Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi Umat Doc: ANTARA/Asep Firmansyah
Ket. Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka Rakernas Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Jakarta, Selasa (5/8).

Jakarta -- Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai potensi wakaf uang di Indonesia sangat besar dan dapat menjadi kekuatan ekonomi umat jika dikelola secara profesional.   

"Lembaga-lembaga keumatan harus kita berdayakan untuk menutup celah ketimpangan ekonomi yang masih terjadi, karena sebagian besar umat Islam kita masih berada dalam kondisi ekonomi lemah," ujar Nasaruddin Umar saat Rakernas Badan Wakaf Indonesia di Jakarta, Selasa.  

Menag mengatakan wakaf merupakan pilar ekonomi yang secara potensial berkontribusi menghadirkan kesejahteraan bagi umat. Wakaf uang menjadi bagian penting dalam program penguatan ekonomi dan keuangan syariah. 

Nasaruddin Umar berharap BWI mampu menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi dan peradaban Islam modern melalui pengelolaan wakaf yang profesional dan visioner.

Bahkan, kata dia, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat peradaban Islam dunia, menggantikan dominasi Timur Tengah apabila dana keumatan dapat dimaksimalkan dengan baik.

"Sekarang saatnya Indonesia mengambil peran itu. Wakaf dan lembaga keumatan yang kuat akan menjadi kuncinya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BWI Kamaruddin Amin mengatakan berdasarkan kajian yang dilakukan bersama Baznas dan sejumlah lembaga otoritatif lainnya, potensi wakaf uang di Indonesia diperkirakan mencapai Rp181 triliun per tahun.  

Namun hingga saat ini dana wakaf tunai di yang berhasil dikumpulkan baru mencapai Rp3,5 triliun.  

"Artinya, gap antara potensi dan realisasi masih sangat besar. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk mengkapitalisasi potensi yang luar biasa ini," kata Kamaruddin.

Untuk itu, BWI dan Kemenag tengah menyiapkan ekosistem dan regulasi agar wakaf uang dapat dilakukan secara masif, transparan, dan amanah.

Kamaruddin mencontoh jika seluruh ASN Kemenag, sekitar 400 ribu orang, termasuk PPPK, berwakaf minimal Rp10 ribu saja, maka akan terkumpul Rp4 miliar.

"Kalau ditambah satu juta guru berwakaf dengan nominal yang sama, kita bisa mengumpulkan Rp10 triliun. Itu baru dari guru, belum dari anak-anak didiknya," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rupiah Sentuh Level Terendah terhadap Dolar AS

58 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Rupiah Sentuh Level Terenda...

Jakarta Fair Akan Berlangsung Lebih Lama

1 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Fair Akan Berlangsu...
Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.