Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenekraf Dukung Kompetisi Koki Muda Angkat Subsektor Kuliner

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 22:17 WIB | Oleh:
Kemenekraf Dukung Kompetisi Koki Muda Angkat Subsektor Kuliner Doc: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, saat menghadiri Press Conference Kompetisi “Koki Muda Koepoe Koepoe”, Jakarta, Selasa (5/8).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) berkolaborasi dengan PT Anggana Catur Prima dan Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia menggelar kompetisi memasak antarpelajar SMA/SMK jurusan Tata Boga dengan tajuk “Koki Muda Koepoe Koepoe” untuk mengangkat subsektor kuliner sekaligus mengembangkan talenta memasak generasi muda.

“Dari 17 subsektor ekraf, kuliner masuk ke dalam 3 subsektor unggulan yang memberi dampak ekonomi kreatif signifikan di Indonesia. Dengan inisiatif Koki Muda Koepoe Koepoe ini tentu banyak sekali lapangan pekerjaan yang bisa diciptakan," kata Wakil Menteri (Wamen) Ekraf, Irene Umar, dalam keterangan pers, Rabu (6/8).

Koki Muda Koepoe Koepoe merupakan kompetisi menciptakan makanan khas Indonesia secara kreatif, inovatif, dan kaya cita rasa dengan menggunakan berbagai rempah-rempah khas Indonesia dari Koepoe Koepoe.

Kompetisi ini melibatkan 45 sekolah dan 657 tim dari tiga kota yaitu Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta yang akan bertanding melewati babak Roadshow, Bigbang, dan Grand Final.

Direktur Kuliner Andy Ruswar mengatakan keberadaan Kompetisi Koki Muda Koepoe Koepoe bukan hanya mendidik dan mengangkat budaya bangsa, tetapi juga menguatkan perputaran ekonomi.

"Ada potensi besar dan persiapan talenta masak yang membentuk identitas maupun daya saing kuliner Indonesia ke kancah internasional. Ini juga menjadi upaya dari brand Koepoe Koepoe untuk melestarikan kekayaan cita rasa Indonesia sekaligus memperkenalkan rempah-rempah khas Indonesia kepada generasi muda," ungkap Andy.

CEO PT Anggana Catur Prima Harry Widjaja dan Presiden ACP Indonesia Chef Rafael Triloko Basanto berharap kompetisi ini bisa menjadi ruang edukatif yang menginspirasi para calon chef muda untuk mengenal lebih dalam tentang rempah-rempah Indonesia, dan ruang kompetisi yang sehat, edukatif, dan bergengsi untuk melahirkan pelajar-pelajar berprestasi di bidang kuliner.

Selaras dengan pernyataan tersebut, salah satu juri Kompetisi Koki Muda Koepoe Koepoe Chef Ronald Tekilov mengungkap bahwa kompetisi ini menjadi suatu langkah penting untuk regenerasi chef Indonesia yang punya rasa, punya karakter, dan bangga akan identitasnya.

Dorongan dari Kementerian Ekraf akan membuat kolaborasi hexahelix bisa berjalan antara dunia usaha, pendidikan, dan pejuang ekraf sehingga mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Tanah Air. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.