Kekuatan Penuh di Kejuaraan Dunia

Rabu, 06 Agu 2025, 07:37 WIB

JAKARTA - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi merilis daftar 11 wakil Merah Putih yang akan tampil di Kejuaraan Dunia BWF 2025, yang akan digelar di Paris, Prancis, pada tanggal 25–31 Agustus mendatang.

Kekuatan terbaik pemain pelatnas dan nonpelatnas diturunkan. Di sektor tunggal putra, dua nama utama tetap jadi andalan: Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Keduanya punya rekam jejak kuat di turnamen besar dan pengalaman segudang sebagai penentu poin krusial.

Ket. Foto: Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie dalam ajang China Open 2025. — Sumber: Foto: PP PBSI

Sementara itu, tunggal putri menempatkan harapan kepada Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani. Untuk ganda putra, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto kembali disatukan usai sempat berpisah.

Fajar sebelumnya sempat naik podium tertinggi di Super 1000 China Open 2025 bersama Shohibul Fikri. Skuad juga diperkuat oleh pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, serta duet nonpelatnas Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.

Di sektor ganda putri, PBSI mengandalkan kekuatan utama lewat Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi dan pasangan baru Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto.

Namun sorotan utama mengarah ke sektor ganda campuran. Pasangan muda Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, yang sukses mencapai semifinal China Open 2025, kembali dipanggil bersama duet senior Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

Indonesia terakhir kali meraih gelar juara dunia pada 2019 lewat duet legendaris Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Di edisi 2023, satu-satunya medali didapat dari Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang membawa pulang perak di sektor ganda putri.

Meski tampil sebagai unggulan, tantangan kesehatan masih membayangi beberapa pemain. Gregoria Mariska Tunjung sempat mengalami pusing sepulang dari China Open dan absen latihan selama sepekan. Pelatih tunggal putri, Imam Tohari, memastikan kondisi Gregoria kini telah membaik, meski tetap dalam pemantauan.

“Dia absen sepekan, jadi kami tidak ingin memaksakan. Ini soal kesehatan. Ada indikasi vertigo, tapi semoga hanya pusing biasa. Kami tetap kontrol dan hindari stres berlebih,” ujar Imam. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.