Serangan Udara Junta Tewaskan 13 Orang

Senin, 04 Agu 2025, 02:40 WIB

YANGON - Serangan udara junta Myanmar terhadap pusat penambangan batu delima yang diduduki pemberontak pada 2 Agustus lalu telah menewaskan 13 orang, menurut seorang warga dan juru bicara kelompok oposisi bersenjata.

Perang saudara telah membuat Myanmar terpuruk sejak militer merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021, yang memicu perlawanan dari gerilyawan pro-demokrasi yang menemukan kesamaan tuntutan dengan kelompok etnis bersenjata yang sudah lama aktif.

Ket. Foto: Sebuah lubang terbentuk dekat sebuah bangunan yang hancur akibat serangan udara junta Myanmar di Kota Thabeikkyin pada Sabtu (2/8). Serangan udara itu mengakibatkan 13 orang tewas. — Sumber: AFP

Pasukan mereka yang tersebar, awalnya berjuang untuk mencapai kemajuan, tetapi serangan gabungan yang dimulai pada akhir tahun 2023 berhasil merebut sebagian besar wilayah, termasuk Kota Mogok yang merupakan pusat perdagangan rubi.

Myanmar kaya akan batu mulia dan unsur tanah jarang yang didambakan oleh semua faksi dan dijual, sebagian besar ke negara tetangga Tiongkok, untuk meningkatkan membiayai  perang.

Namun, seorang warga setempat yang menolak disebutkan namanya karena alasan keamanan mengatakan serangan udara tersebut terjadi sekitar pukul 08.15, menewaskan tujuh orang seketika, dan enam orang kemudian meninggal karena luka-luka mereka.

Dia mengatakan di antara yang tewas adalah seorang biksu Buddha yang mengumpulkan sedekah, dan seorang ayah dan anak yang mengendarai sepeda motor.

“Sebuah mobil yang melewati area tersebut juga tertabrak,” ucap dia. “Tujuh orang terluka, termasuk pengemudi,” imbuh dia.

Seorang juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang, yang telah menduduki Mogok sejak musim panas 2024, menyamai jumlah korban tewas tersebut, namun menyebutkan angka 14 orang terluka.

“Saat itu pagi hari ketika serangan udara menghantam area publik, ada banyak orang berjalan di jalan, oleh karena itu banyak orang terbunuh,” kata juru bicara Lway Yay Oo.

Militer awalnya didukung oleh serangan gabungan pemberontak, namun telah memberlakukan wajib militer untuk meningkatkan barisannya.

Pasukannya baru-baru ini merebut kembali beberapa permukiman penting di Myanmar tengah, termasuk pusat penambangan emas Thabeikkyin, yang direbutnya pada akhir Juli setelah pertempuran selama setahun.

Junta yang pada 31 Juli mengakhiri keadaan darurat mereka, telah menggembar-gemborkan pemilu pada bulan Desember sebagai jalan keluar dari konflik tersebut.

Namun, dengan Suu Kyi masih dipenjara, kelompok oposisi, termasuk anggota parlemen yang digulingkan, memboikot pemungutan suara.

Seorang pakar PBB pada bulan Juni menggambarkan latihan tersebut sebagai sebuah sandiwara yang dirancang untuk melegitimasi kelanjutan kekuasaan junta. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.