Agenda Presiden Prabowo Disebut Berbau Filantropi, Bappenas Ungkap Keterkaitannya

Senin, 04 Agu 2025, 16:55 WIB

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menekankan bahwa program-program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas filantropi nasional. 

Menurutnya, berbagai agenda pembangunan—mulai dari pengentasan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan ketahanan pangan—merupakan bidang-bidang yang juga menjadi perhatian utama para pelaku filantropi di Indonesia.

Ket. Foto: Ilustrasi - Potret kampung kumuh di Jakarta. — Sumber: Istimewa.

Rachmat menilai sinergi antara kebijakan pemerintah dan peran sektor filantropi menjadi faktor kunci dalam memperkuat fondasi pembangunan inklusif dan berkelanjutan. 

Dengan potensi kontribusi filantropi yang signifikan, Bappenas mendorong kolaborasi strategis lintas sektor guna mempercepat pencapaian target pembangunan nasional sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Program Presiden Prabowo dalam waktu 1 tahun ke depan berkaitan erat dengan apa yang dilakukan para filantropis. Kita mengatasi kelaparan-kelaparan, mengatasi persoalan kesehatan, mengatasi persoalan pendidikan dasar, bahkan mengatasi persoalan paling mendasar yaitu air bersih,” katanya di Jakarta, Senin (4/8).

Dalam Pembukaan "Filantropi Festival 2025: Budaya dan Ekosistem Filantropi untuk Dampak yang Lebih Baik" di Jakarta, Rachmat Pambudy menyebutkan berbagai persoalan yang terjadi di seluruh penjuru dunia tidak lagi bisa diatasi oleh masing-masing negara saja, tapi perlu ada kolaborasi para filantropis.

Menurut dia, kolaborasi para filantropis dibutuhkan untuk mengejar target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs), khususnya antara Perhimpunan Filantropis Indonesia (PFI) dengan Bappenas yang menjadi pengampu Sekretariat Nasional SDGs.

“Memang kita harus bersama-sama untuk membangun Indonesia dengan cara yang baru, cara yang oleh dunia juga diakui bersama (yaitu SDGs),” ujar Rachmat.

Melalui Filantropi Indonesia Festival (FIFest) 2025 yang diadakan 4-8 Agustus, Rachmat mengharapkan seluruh target SDGs bisa dikaitkan dengan festival tersebut. Dia juga menginginkan kegiatan yang berlangsung empat hari ini bisa menggema ke seluruh Indonesia, bahkan mendunia.

“Kenapa mendunia? Karena persoalan SDGs bukan hanya persoalan kantor ini, persoalan para filantropis, persoalan masyarakat Indonesia, tapi persoalan masyarakat dunia. Kebakaran di Kalifornia, kebakaran di Amerika, banjir di Jerman, melelehnya es kutub utara, itu bukan persoalan ringan yang bisa diatasi sendiri,” ucap Menteri PPN.

Langkah besar para filantropis Indonesia yang mengagendakan FIFest 2025 dengan tema “Budaya dan Ekosistem Filantropi untuk Dampak yang Lebih Baik” diharapkan dapat berkontribusi mengatasi berbagai problem kemanusiaan secara global.

“Ketika kita mencanangkan Millennium Development Goals, ada 850 juta orang masih kelaparan. Saat ini, tercatat lebih 1 miliar orang kelaparan. Ini saja kita atasi, dampaknya sudah dahsyat sekali,” ucap Kepala Bappenas.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.