UEFA: Italia Terancam Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Eropa 2032 Jika Stadion Tak Dibenahi

Jumat, 03 Apr 2026, 07:00 WIB

ROMA, ITALIA — Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, melontarkan peringatan keras kepada Italia terkait kesiapan infrastruktur menjelang Piala Eropa 2032. Ia menegaskan, Italia berisiko kehilangan status sebagai tuan rumah bersama dengan Turki jika kondisi stadion tidak segera diperbaiki.

“Piala Eropa 2032 sudah dijadwalkan dan pasti akan berlangsung. Tidak ada keraguan soal itu. Namun saya berharap infrastruktur di Italia siap. Jika tidak, turnamen tidak akan digelar di Italia,” ujar Ceferin dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport yang dipublikasikan Kamis (2/4) waktu setempat.

Ket. Foto: Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. — Sumber: AFP

Ia bahkan menyebut kondisi stadion di Italia sebagai salah satu yang terburuk di Eropa, serta menyoroti peran pemerintah dalam lambannya pembenahan fasilitas sepak bola.

“Mungkin para politisi Italia perlu bertanya pada diri sendiri mengapa infrastruktur sepak bola mereka termasuk yang terburuk di Eropa,” tambahnya.

Ceferin juga menilai persoalan utama sepak bola Italia terletak pada hubungan yang kurang harmonis antara otoritas sepak bola dan dunia politik.

Italia dijadwalkan harus menyerahkan daftar lima stadion tuan rumah pada bulan Oktober mendatang. Saat ini terdapat 11 kota kandidat, termasuk Roma, Milan, Naples, Turin, hingga Palermo.

Italia diperbolehkan mengajukan stadion baru maupun stadion lama yang direnovasi, dengan syarat pembangunan sudah dimulai paling lambat Maret 2027.

Namun hingga kini, baru satu stadion yang dinilai siap sepenuhnya, yakni Allianz Stadium di Turin, markas Juventus.

Di sisi lain, dua raksasa Serie A, Inter Milan dan AC Milan, baru saja mengakuisisi stadion San Siro dari pemerintah kota Milan. Keduanya berencana membangun stadion baru berkapasitas 71.500 penonton di lokasi yang sama dan menargetkan rampung pada 2031.

Namun proyek tersebut kini tengah diselidiki oleh jaksa di Milan terkait dugaan rekayasa tender dalam proses penjualan lahan.

Beberapa kota lain juga mulai bergerak. AS Roma telah mendapatkan lampu hijau dari otoritas setempat untuk membangun stadion baru di wilayah timur Roma.

Sementara itu, stadion milik Fiorentina, Stadio Artemio Franchi, tengah menjalani proses renovasi.

Di Naples, pemerintah kota juga telah mempresentasikan rencana pembaruan Stadio Diego Armando Maradona, markas Napoli. Proyek senilai 200 juta euro (sekitar 3,9 triliun rupiah) itu mencakup penghapusan lintasan atletik di sekitar lapangan.

Wali Kota Napoli, Gaetano Manfredi, menegaskan bahwa renovasi tersebut merupakan kebutuhan mendesak, terlepas dari status tuan rumah Piala Eropa 2032.

Dengan tenggat waktu yang semakin dekat dan berbagai proyek yang masih berjalan, Italia kini berada di bawah tekanan untuk membuktikan kesiapan mereka sebagai tuan rumah turnamen sepak bola terbesar di Eropa tersebut.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.