Filipina Dilanda Wabah leptospirosis Usai Diterjang Banjir

Minggu, 03 Agu 2025, 23:17 WIB

MANILA - Departemen Kesehatan (Department of Health/DOH) Filipina pada Sabtu (2/8) menyerukan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus leptospirosis di negara itu menyusul hujan deras dan banjir yang dipicu oleh siklon tropis dan monsun barat daya dalam beberapa pekan terakhir.

"Harap diingat bahwa leptospirosis bisa berakibat fatal. Segera ambil tindakan dan konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala, terutama setelah berjalan di air banjir," sebut peringatan DOH melalui media sosial.

DOH mencatat 3.037 kasus leptospirosis secara nasional dari 1 Januari hingga 19 Juli tahun ini. Dari total tersebut, sebanyak 1.114 kasus tercatat setelah 8 Juni, hanya sepekan setelah badan meteorologi nasional Filipina menyatakan dimulainya musim hujan.

Leptospirosis adalah infeksi bakteri yang umumnya menyebar melalui air yang terkontaminasi urine hewan. Manusia dapat terinfeksi melalui kontak langsung dengan urine hewan yang terinfeksi atau melalui lingkungan yang terkontaminasi urine.

Kasus leptospirosis dapat meningkat pascabanjir, ketika masyarakat terpaksa berjalan di air yang terkontaminasi. Ant/Xinhua

Ket. Foto: Kendaraan melintas di jalanan Manila yang tergenang banjir setelah hujan lebat yang disebabkan oleh badai tropis. — Sumber: AFP/Vatican News

  • philippines peso

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.