Rupiah Melemah ke Level Rp 16.510 per Dollar AS, Tertekan Data Inflasi AS

Jumat, 01 Agu 2025, 15:15 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat kembali melemah pada perdagangan pasar spot, Jumat (1/8/2025). Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.09 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp 16.510 per dollar AS atau melemah 54 poin (0,33 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya di angka Rp 16.456 per dollar AS.

Pengamat mata uang sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menjelaskan bahwa penguatan dollar AS didorong oleh rilis data ekonomi terbaru yang mendukung ekspektasi bank sentral AS (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Salah satunya adalah laporan inflasi inti AS bulan Juni, yakni Core Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index, yang secara tahunan (yoy) tetap di level 2,8 persen, lebih tinggi dari ekspektasi pasar dan tidak berubah dari bulan sebelumnya di 2,7 persen.

Ket. Foto: — Sumber: Getty Images

Selain itu, data klaim tunjangan pengangguran mingguan di AS juga menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan, dengan jumlah klaim sebesar 218.000 atau lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yakni 222.000. Data tersebut mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja AS yang masih solid, memperkuat pandangan bahwa The Fed belum memiliki alasan kuat untuk segera menurunkan suku bunga acuannya.

"Data inflasi dan tenaga kerja yang lebih baik dari perkiraan memberi alasan kuat bagi The Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga tinggi. Hal ini menjadi faktor utama penguatan dollar AS terhadap rupiah hari ini," ujar Ariston. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 16.450 hingga Rp 16.500 per dollar AS, dengan potensi support di level Rp 16.350.

Sementara itu, mengacu pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) dari Bank Indonesia, nilai tukar rupiah pada Kamis (31/7/2025) berada di level Rp 16.459 per dollar AS. Angka ini menguat dibandingkan dengan posisi Rabu (30/7/2025) yang tercatat di level Rp 16.387 per dollar AS.

Dari sisi perbankan, kurs jual dollar AS di sejumlah bank besar nasional juga mengalami penyesuaian. Di antaranya Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang menetapkan kurs jual pada level Rp 16.508 per dollar AS. Kurs jual ini menunjukkan harga yang diberlakukan bank saat menjual dollar AS kepada nasabah.

Secara keseluruhan, pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal terutama kebijakan moneter AS dan kekuatan ekonomi negara tersebut. Sementara dari dalam negeri, pasar masih menunggu sentimen baru yang mampu mendorong stabilitas nilai tukar rupiah ke arah yang lebih positif.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.