Polres Cianjur Siagakan Petugas Gabungan untuk Patroli di Pantai Selama Cuaca Ekstrem

Jumat, 01 Agu 2025, 17:03 WIB

CIANJUR - Kepolisian Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat, menyiagakan petugas gabungan di sepanjang pantai selatan Cianjur, guna melakukan patroli pengawasan dan sosialisasi pada masyarakat untuk menghindari kegiatan di pinggir pantai selama cuaca ekstrem.

Kasatpolairud Polres Cianjur AKP Asep Machfud di Cianjur Jumat (1/8), mengatakan hingga saat ini cuaca ekstrem gelombang tinggi masih melanda pantai selatan Cianjur menyebabkan puluhan perahu nelayan rusak dan terbalik, sehingga terpaksa di daratkan untuk sementara.

Ket. Foto: Petugas Airut melakukan patroli di salah satu pantai di Cianjur, Jabar. — Sumber: antara foto

"Informasi dari BMKG cuaca ekstrem masih melanda pantai selatan hingga pertengahan Agustus, sehingga berbagai upaya antisipasi dilakukan guna mencegah hal tidak diinginkan termasuk kecelakaan laut dengan menempatkan petugas gabungan," katanya.

Petugas gabungan terdiri dari TNI/Polri, relawan, Karang taruna dan nelayan, terlibat dalam patroli yang digiatkan di sepanjang pantai selatan guna mengimbau masyarakat terutama nelayan dan wisatawan tidak mendekati bibir pantai karena gelombang tinggi dapat terjadi setiap saat.

Bahkan ratusan perahu yang ditambatkan di tengah laut dan dermaga, saat ini terpaksa didaratkan guna menghindari kerusakan akibat dihantam gelombang, tercatat selama tiga hari terakhir 86 perahu nelayan rusak dan tenggelam akibat gelombang tinggi.

"Petugas gabungan melakukan patroli pada jam tertentu, guna melakukan pengawasan dan pelaporan termasuk melakukan sosialisasi bagi masyarakat terutama wisatawan agar tidak bermain air selama cuaca ekstrem," katanya.

Dia menambahkan sejak dua hari terakhir cuaca ekstrem melanda pantai selatan Cianjur, gelombang tinggi menyebabkan puluhan perahu yang ditambatkan di pinggir pantai dan dermaga rusak bahkan beberapa perahu tenggelam.

Proses evakuasi perahu nelayan dari pinggir pantai dan dermaga terus dilakukan terutama yang ditambatkan di tengah laut agar tidak terbawa gelombang atau tenggelam sehingga sulit dievakuasi.

"Untuk proses evakuasi perahu masih berjalan dimana petugas dan relawan ikut membatu nelayan, kami juga meminta nelayan ikut serta memantau dan mengawasi kegiatan masyarakat selama cuaca masih ekstrem," katanya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.