Final Piala Asean U-23, Tim Indonesia Mendapat Kritik Keras Legenda Sepak Bola Nasional
Rabu, 30 Jul 2025, 14:03 WIBJAKARTA â Seperti sudah banyak terlihat, sejak awal Tim U-23 Indonesia tidak bisa mencetak gol, maka kalah di final melawan Vietnam, Selasa (29/7). Permainan tim Indonesia mendapat kritik keras legenda hidup sepak bola Indonesia Rully Nere.
Rully memberikan kritikan keras untuk permainan timnas U-23 Indonesia saat dikalahkan timnas U-23 Vietnam 0-1 (Nguyen Cong Phuong 37') pada laga final Kejuaraan Asean U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa.
Dalam kritikannya, mantan pesepak bola yang kini berusia 68 tahun itu menilai Garuda Muda terlalu terbawa permainan lawan, sehingga permainan apik yang mereka tampilkan pada laga sebelumnya tak kelihatan.
"Pertandingan kemarin, kalau saya lihat, anak-anak bukan fokus ke permainan, tapi fokus ke lawan. Akhirnya jadi tidak jalan," kata Rully yang pernah berseragam timnas senior sebanyak 38 kali itu, saat ditemui wartawan setelah pertandingan di SUGBK, Selasa.
"Sebelumnya itu kan kita lihat mereka bisa main satu, dua. Ini tidak. Main bola ke depan, belakang lagi, ke depan, ke belakang lagi. Jadi tidak ada variasi. Karena mereka sudah fokus ke lawan," tambah dia.
Rully yang semasa bermain berposisi sebagai gelandang itu mengatakan Indonesia juga kekurangan pemain "skillful". Menurut dia, tipe pemain yang seperti itu akan sangat berguna jika sebuah skema permainan utama gagal dieksekusi dengan baik.
"Saya lihat tidak ada pemain yang punya skill. Kalau ada pemain yang punya skill, kita juga nonton, kita lihat. Enak, kan? Tadi tidak ada sama sekali," kata dia. Selain soal aspek permainan, Rully juga mengkritik tim Garuda Muda karena pemainnya terlalu reaktif apabila ada keputusan wasit yang dirasa merugikan.
"Lihat, ada apa-apa, datang berkerumun. Kayak kompetisi di kita, maaf kalau kita bilang kayak tarkam, kan tidak bagus juga. Ini kan kesebelasan nasional. Seharusnya mereka juga main yang baik, penonton juga senang," ungkap Rully.
Setelah turnamen ini, selanjutnya Garuda Muda fokus untuk menatap babak kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Sidoarjo pada September. Rully merasa pelatih timnas U-23 Gerald Vanenburg harus belajar banyak lagi meski secara penampilan membuatnya cukup puas. "Ya, mungkin buat saya, dia baru pertama kali. Dia juga harus belajar karakter orang Indonesia. Ini kan bukan Belanda. Jadi dia harus, itu yang harus difokuskan," tutup dia.
Sementara itu, pemain timnas U-23 Vietnam Viktor Le mengakui trofi Kejuaraan ASEAN U-23 2025 sangat berarti untuk timnya. Vietnam meraih gelar ini setelah mengalahkan tuan rumah timnas U-23 Indonesia dengan skor 1-0 melalui gol Nguyen Cong Phuong pada menit ke-37 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa.
"Ini selalu sangat berarti bagi kami. Kami bisa kembali ke negara membawa pulang trofi. Semua orang akan senang dan ini sangat berharga bagi rakyat Vietnam," kata Viktor saat ditemui wartawan di mixed zone SUGBK, Jakarta, Selasa.
- Piala Asean 2025
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Indonesia Akan Berikan Segalanya di ASEAN U-23 Championship
-
Retribusi Sampah Pemkot Palu Capai Rp10 Miliar
-
Pegadaian Direstui OJK Lakukan Kegiatan Usaha Bulion
-
Menteri Desa kunjungi Agrowisata Nanas Tangkit Baru di Muarojambi
-
Preview Indonesia vs Thailand: Panggung Duel "El Clasico" Asia Tenggara
-
Pantau Terus! Ini Jadwal Lengkap Final Piala ASEAN U-23, Indonesia Versus Vietnam
-
Waspadai “Ball Possession” Lawan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.