Final Piala Asean, Aneh, Kalah Tapi Tim U-23 Indonesia Diguyur Bonus

Rabu, 30 Jul 2025, 14:11 WIB

JAKARTA – Sungguh menyedihkan, main di rumah sendiri, dipecundangi lawan. Itulah yang terjadi dalam final U-23 Piala Asean di mana Indonesia dipermalukan Vietnam 0-1. Namun, lebih aneh lagi, kalah tapi diguyur hadiah.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia Maruarar Sirait mengaku timnas U-23 Indonesia harus tetap mendapatkan apresiasi berupa bonus meski gagal menjuarai Kejuaraan Asean U-23 setelah dikalahkan timnas U-23 Vietnam 0-1 pada laga final melalui gol Nguyen Cong Phuong (37').

Ket. Foto: rupiah — Sumber: ist

Setelah berbicara dengan anaknya, Yoshua Sirait, pria yang akrab disapa Ara itu mengungkapkan bonus yang ia berikan adalah sebesar 100 juta untuk setiap pemain Garuda Muda dan 300 juta untuk setiap pelatih.

Pria yang juga menjadi Ketua Steering Committee (SC) turnamen pramusim Piala Presiden 2025 itu mengatakan bonus ratusan juta rupiah tersebut bersumber dari dana pribadinya. "?Ya, uangnya dari pribadi saya. Jadi saya sangat bangga dengan apa yang mereka capai, dan bangkit kembali ya, kami bersama, dan kalian tidak sendirian. Saya mendukung dengan hati," kata pria 55 tahun tersebut.

Kekalahan ini merupakan kekalahan kedua Indonesia di final Kejuaraan ASEAN U-23 setelah yang pertama terjadi pada 2023 di Thailand, ketika Garuda Muda kalah 5-6 dalam adu penalti. "Biasa dalam hidup kalah dan menang itu biasa. Dan mereka bisa menerima hari ini, dan saya yakin ke depan dengan doa dan usaha bisa bangkit kembali," tambah Ara.
?
Sementara itu, dalam kesempatan berbeda PSSI menyambut positif yang dilakukan Ara. Saat ditanya apakah dari pihak PSSI juga akan memberikan bonus kepada timnas U-23, ternyata juga pasti ada.

Dikritik

Sebelumnya, permainan tim Indonesia mendapat kritik keras legenda hidup sepak bola Indonesia Rully Nere. Rully memberikan kritikan keras untuk permainan timnas U-23 Indonesia saat dikalahkan timnas U-23 Vietnam 0-1 (Nguyen Cong Phuong 37') pada laga final Kejuaraan Asean U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa.

Dalam kritikannya, mantan pesepak bola yang kini berusia 68 tahun itu menilai Garuda Muda terlalu terbawa permainan lawan, sehingga permainan apik yang mereka tampilkan pada laga sebelumnya tak kelihatan.

"Pertandingan kemarin, kalau saya lihat, anak-anak bukan fokus ke permainan, tapi fokus ke lawan. Akhirnya jadi tidak jalan," kata Rully yang pernah berseragam timnas senior sebanyak 38 kali itu, saat ditemui wartawan setelah pertandingan di SUGBK, Selasa.

"Sebelumnya itu kan kita lihat mereka bisa main satu, dua. Ini tidak. Main bola ke depan, belakang lagi, ke depan, ke belakang lagi. Jadi tidak ada variasi. Karena mereka sudah fokus ke lawan," tambah dia.

  • Piala Asean 2025

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.