Trump Mengincar Tarif Global 15% hingga 20% untuk Sebagian Besar Negara

Selasa, 29 Jul 2025, 19:00 WIB
TURNBERRY - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (28/7) mengatakan, sebagian besar negara mitra yang tidak menegosiasikan kesepakatan perdagangan terpisah akan segera menghadapi tarif sebesar 15 persen hingga 20 persen pada ekspor mereka ke AS, jauh di atas tarif umum 10 persen yang diberlakukannya pada bulan April.
Trump mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintahannya akan segera memberitahukan sekitar 200 negara mengenai tarif “dunia” baru mereka.
"Saya perkirakan akan berada di kisaran 15 persen hingga 20 persen," ujar Trump kepada wartawan, saat duduk bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di resor golf mewahnya di Turnberry, Skotlandia.
“Mungkin salah satu dari dua angka itu.”
Trump, yang telah berjanji untuk mengakhiri defisit perdagangan AS selama beberapa dekade dengan mengenakan tarif pada hampir semua mitra dagang, telah mengumumkan tarif yang lebih tinggi hingga 50 persen pada beberapa negara, termasuk Brasil, mulai tanggal 1 Agustus.
Pengumuman tersebut telah memicu negosiasi sengit oleh sejumlah negara yang mencari tarif yang lebih rendah, termasuk India, Pakistan, Kanada, dan Thailand, antara lain.
AS pada tanggal 27 Juli mencapai kesepakatan perdagangan besar dengan Uni Eropa
yang mencakup tarif 15 persen pada sebagian besar barang UE, investasi senilai 600 miliar dolar AS di AS oleh perusahaan Eropa, dan pembelian energi senilai 750 miliar dolar AS selama tiga tahun ke depan. Ini diikuti kesepakatan senilai 550 miliar dolar AS  dengan Jepang minggu lalu dan perjanjian yang lebih kecil dengan Inggris, Indonesia, dan Vietnam.
Pembicaraan lain masih berlangsung, termasuk dengan India, tetapi prospek untuk lebih banyak kesepakatan sebelum 1 Agustus, batas waktu yang ditetapkan Trump untuk mencapai kesepakatan sebelum tarif yang lebih tinggi berlaku, telah meredup.
Trump telah berulang kali mengatakan bahwa ia lebih menyukai tarif yang lugas daripada negosiasi yang rumit.
“Pada dasarnya, kami akan menetapkan tarif untuk seluruh dunia,” ujarnya lagi pada tanggal 28 Juli.
"Dan itulah yang akan mereka bayar jika ingin berbisnis di Amerika Serikat. Karena Anda tidak bisa hanya duduk dan membuat 200 transaksi."
Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan pada tanggal 28 Juli bahwa perundingan perdagangan dengan AS telah selesai pada fase yang intens, mengakui bahwa negaranya masih berharap untuk mengenakan tarif di bawah 35 persen yang diumumkan oleh Trump pada beberapa impor Kanada.
Pada bulan Juli, Carney mengakui bahwa Kanada – yang mengirimkan 75 persen ekspornya ke AS – kemungkinan besar harus menerima beberapa tarif. SB/ST/
  • Kebijakan Tarif AS

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.