KDMP dan BUMDes Harus Sinergis untuk Pembangunan Ekonomi
Selasa, 29 Jul 2025, 01:00 WIBJakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) menekankan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memiliki area yang berbeda, sehingga tidak akan tumpang tindih.
Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono mengatakan BUMDes secara garis besar mengurus bagian infrastruktur, termasuk daerah pariwisata. Sementara KDMP, menyentuh bagian bisnis seperti simpan pinjam.
"BUMNDes itu nggak akan bisa masuk ke bisnis kayak sembako, sebab BUMDes pasti nggak ngurusi itu, nggak ngurusin simpan pinjam. Koperasi juga tidak masuk ke pembangunan jalan, pembangunan jembatan, peningkatan pariwisata daerah, sehingga akan terpisah antara BUMNDes dan KDMP," papar Tatang dalam Diskusi Redaksi di Antara Heritage Center, Jakarta, Senin (28/7).
Seperti dikutip dari Antara, Tatang menyampaikan BUMDes dan KDMP memiliki jenis pekerjaan yang berbeda, sehingga tidak akan menyebabkan adanya tumpang tindih dalam pekerjaan.
Menurut dia, koperasi memiliki keistimewaan dibandingkan dengan BUMNDes adalah adanya bagi sistem bagi hasil.
Pengembangan Kopdes Merah Putih dilakukan melalui tiga strategi utama, yaitu membentuk koperasi baru, mengembangkan koperasi yang telah ada, serta merevitalisasi koperasi yang belum optimal.
Secara kelembagaan, Kopdes Merah Putih terdiri dari berbagai fasilitas seperti kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik dan apotek desa, cold storage, serta layanan distribusi logistik. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat desa dalam mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
"Harapan besarnya memang integrasi, ada yang bisa dilakukan oleh BUMDes, ada yang bisa dilakukan KDMP. Tapi untuk tumpang tindihnya sudha tidak, kita sudah yakin," katanya.
Transformasi Digital
Pada kesempatan itu, Tatang juga menegaskan bahwa KDMP tidak memiliki akses pemberian uang tunai, melainkan dikonversi dalam bentuk barang. Hal ini dilakukan setelah berkaca dari pengalaman koperasi unit desa (KUD) yang mengalami kebangkrutan akibat salah kelola manajemen keuangan.
"Fondasinya adalah Kopdes/Kelurahan Merah Putih tidak memiliki akses uang tunai. Jadi tidak ada itu. Belajar dari KUD, kita KDMP tidak ada sama sekali akses uang tunai permodalan, semuanya dalam bentuk barang," ujarnya.
Ia mencontohkan apabila ada anggota KDMP yang membutuhkan cold storage atau ruang penyimpanan dingin maka koperasi akan memberikannya dalam bentuk barang. Menurut dia, pemberian dalam bentuk barang akan menghindari potensi penyalahgunaan uang tunai.
Lebih lanjut, platform 3 miliar rupiah yang diberikan kepada setiap KDMP tidak akan seluruhnya dicairkan dengan jumlah tersebut. Menurut dia, pencairan platform akan dilihat berdasarkan rencana bisnis atau proposal yang diajukan.
"Rp3 miliar belum tentu dicairkan, tergantung daripada bisnis ataupun bisnis plan ataupun proposal yang diajukan. Saat ini betul-betul cek BI dan segala macam. Seperti BI, seperti kita pinjam uang ke bank gitu, kita dicek semua, dicek asetnya ada atau tidak, kemudian transaksinya sebesar apa," terangnya.
Secara terpisah, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengatakan penggunaan microsite yang optimal menjadi salah satu upaya transformasi digital Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
Budi menilai dengan menggunakan microsite secara tepat diharapkan dapat membuat tata kelola Kopdes/Kel Merah Putih lebih cepat, transparan dan akuntabel.
âMicrosite Kopdes/Kel Merah Putih merupakan aplikasi mini berbasis web yang menyajikan informasi dan profil koperasi. Platform ini dirancang untuk menjamin keterbukaan informasi serta meningkatkan visibilitas koperasi di ranah digital sebagai bentuk kehadiran digital,â jelas Budi di Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa digitalisasi dalam ekosistem koperasi berperan krusial dan menjadi fondasi utama bagi pengembangan koperasi modern yang inklusif dan kompetitif.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
KLH Tempuh Langkah Hukum terkait Dugaan Kelalaian PT Vopak Terminal Merak yang Ganggu Kesehatan Masyarakat
-
Menkeu: Penerimaan Pajak Naik 30 Persen
-
Hidayat Nur Wahid Ajak Civitas Akademika Perkuat Ilmu untuk Jadi Manusia Unggul
-
Mengenal Armada Pelni dalam Pameran Pariwisata Bangga Berwisata di Indonesia
-
Pesawat TNI AU Angkut Cabai Petani Aceh yang Jadi Korban Bencana
-
AFS Global Future Leaders Network 2025 Asah Kemampuan Siswa dari Wilayah Operasi Hulu Migas di Bidang Infrastruktur Berkelanjutan
-
Tradisi Tumpengan Diusulkan Jadi Kekayaan Intelektual Gastronomi Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.