Hidayat Nur Wahid Ajak Civitas Akademika Perkuat Ilmu untuk Jadi Manusia Unggul

Jumat, 03 Apr 2026, 20:25 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, mengajak civitas akademika Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), untuk menguatkan ilmu, dan amal sebagai landasan keunggulan umat dan kemanusiaan.

Menurut Hidayat dengan semangat Muhammadiyah yang selama ini juga dikenal dengan ideologi Al-Ma’un, sebuah konsep dan praktik yang menekankan implementasi nyata nilai-nilai Al-Quran yang mengamalkan penggabungan prinsip iman, ilmu, dan amal dalam kehidupan sosial.

Ket. Foto: Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid — Sumber: antara dok

“Kalau bicara tentang iman, ilmu, amal, dan keunggulan, maka salah satu kata kuncinya adalah ideologi Al-Ma’un yang sudah populer dan mentradisi di Muhammadiyah yang  membumi, yang nyata dalam tindakan,” ujar Hidayat di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan teladan tersebut sudah dicontohkan oleh pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang mempraktikkan nilai-nilai luhur secara konkret dalam kehidupan masyarakat di Indonesia.

Menurut Hidayat, tradisi tersebut harus terus dilanjutkan karena telah terbukti mampu menghadirkan keunggulan umat melalui perpaduan iman, ilmu, dan amal.
Ia mengingatkan bahwa sejarah menunjukkan tokoh muda Muhammadiyah telah terlibat dalam perjuangan Palestina sejak awal abad ke-20. Tokoh Indonesia yang pertama kali dikenal dalam sejarah peduli dan membela Palestina agar tidak dijajah Israel adalah tokoh muda Muhammadiyah bernama Abdul Kahar Muzakir pada tahun 1931, ketika usianya masih 24 tahun.

“Beliau bahkan dipercaya menjadi sekretaris Mufti Palestina, Mufti al-Quds al-Sayyid al-Amin al-Husayni. Ini menunjukkan bahwa perpaduan iman, ilmu, dan amal menghadirkan kepedulian terhadap Palestina memang sudah mentradisi dan menjadi bagian dari sejarah gerakan Muhammadiyah,” katanya.
Hidayat juga menyinggung pentingnya peran pendidikan dalam membangun karakter bangsa. Ia mengingatkan bahwa konstitusi Indonesia melalui Pasal 31 ayat 3 dan 5 UUD 1945 menegaskan bahwa sistem pendidikan nasional harus meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dengan tetap menghormati agama.

Menurut Hidayat, rumusan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang pada masa reformasi untuk memastikan pendidikan tidak hanya menghasilkan manusia cerdas, tetapi juga berkarakter.

“Karena kecerdasan tanpa iman dan akhlak bisa membuat manusia kehilangan arah. Maka pendidikan harus menghadirkan keseimbangan dan pengamalan sekaligus antara iman, ilmu, dan amal. Dan itu semua terbentang luas selama bulan Ramadan,” kata dia.

Ia pun mengajak civitas akademika UMJ untuk terus menjaga tradisi intelektual yang berpijak pada nilai-nilai Al-Quran serta semangat tajdid atau pembaruan yang menjadi ciri khas Muhammadiyah.
Hidayat menegaskan untuk memperkuat optimisme dan produktivitas umat. “Bahkan jika kiamat terjadi dan di tangan kita ada benih tanaman, maka tanamlah benih itu. Artinya, umat Islam tidak boleh pesimistik, kehilangan orientasi untuk terus berbuat kebaikan,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap UMJ dapat melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan amal. Generasi yang akan menyongsong Indonesia Emas agar benar-benar emas,” pungkasnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.