Emas Terjun Bebas, Perak Tancap Gas Hari Ini! Logam Mulia Kacau Balau Jelang Pengumuman The Fed!

Selasa, 29 Jul 2025, 10:00 WIB

JAKARTA - Pasar logam mulia kembali bikin jantung dag dig dug! Di awal perdagangan Selasa (29/7/2025), harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) anjlok tajam, sementara perak justru menunjukkan taringnya dengan sedikit kenaikan. Fenomena ini langsung jadi perhatian para investor dan pelaku pasar yang mulai resah.

Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia, harga emas batangan Antam harus rela turun sebesar Rp 8.000 menjadi Rp 1.906.000 per gram. Ini bukan sekadar koreksi biasa, penurunan ini memperpanjang tren negatif yang sudah dimulai sejak Senin lalu dan bahkan merambat dari pekan sebelumnya.

Ket. Foto: — Sumber: Freepik

Sementara itu, perak justru bergerak ke arah sebaliknya. Logam putih ini naik tipis Rp 50, menetap di angka Rp 20.250 per gram. Walau kenaikannya terbilang kecil, langkah positif perak ini memberi sedikit harapan di tengah tekanan pasar logam mulia secara keseluruhan.

Di pasar global, harga emas juga masih terseret tekanan berat. Menurut laporan dari Reuters, harga emas spot pada Senin (28/7/2025) merosot 0,68 persen ke level US$ 3.314,6 per troi ons, bahkan sempat menyentuh titik terendah sejak (9/7/2025) di US$ 3.301,29. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat pun tak lebih baik, ditutup melemah 0,7 persen di angka US$ 3.311,2 per troi ons.

Apa penyebabnya? Para analis menuding dua faktor utama, ketegangan geopolitik yang kian membara dan ketidakpastian pasar menjelang keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). 

Investor kini cenderung wait and see, menunggu kebijakan moneter terbaru dari bank sentral AS yang akan sangat memengaruhi arah pergerakan emas ke depan.

Logam mulia lainnya juga tak kalah gonjang-ganjing. Perak spot global turun tipis 0,3 persen ke US$ 38,04 per ons. Platinum ikut terpukul dengan penurunan 1,1 persen ke US$ 1.386,03, sedangkan palladium justru melesat 1,5 persen ke US$ 1.238,18.

Kondisi ini membuat para investor harus lebih cermat membaca situasi. Apakah ini saat yang tepat untuk beli di harga rendah? Atau justru sinyal untuk waspada terhadap gejolak pasar yang lebih besar?

Satu hal yang pasti, logam mulia saat ini berada di titik yang penuh ketidakpastian. Seperti biasa, siapa yang cerdas membaca peluang, dialah yang akan untung besar!

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.