Rupiah Melemah! Investor Gusar, The Fed Masih Teguh Pertahankan Bunga Tinggi
Senin, 28 Jul 2025, 17:30 WIBJAKARTA â Nilai tukar rupiah terhadao dollar AS melemah seiring meningkatnya ekspektasi pelaku pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya pada level tinggi dalam waktu lebih lama.
Sikap hawkish ini mencerminkan kekhawatiran terhadap inflasi yang masih membandel di Amerika Serikat, sehingga mendorong arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Tekanan terhadap rupiah juga diperkuat oleh penguatan dolar AS sebagai aset aman (safe haven), yang membuat investor lebih memilih instrumen berbasis dolar di tengah ketidakpastian global.
Pelemahan ini menunjukkan sensitivitas rupiah terhadap arah kebijakan moneter global, terutama dari bank sentral utama dunia seperti The Fed.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Senin (28/7), di Jakarta melemah sebesar 44 poin atau 0,27 persen menjadi Rp16.364 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.320 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah ke level Rp16.341 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.325 per dolar AS.
Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menganggap pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi potensi Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga.
âPasar secara umum memperkirakan suku bunga akan tetap stabil antara 4,25 persen dan 4,5 persen,â katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (28/7).
Secara probabilitas, peluang The Fed mempertahankan suku bunga sebesar 96 persen, dan 4 persen Bank Sentral Amerika Serikat (AS) tersebut akan menurunkan suku bunga 25 basis points (bps).
Sebagian besar proyeksi memperkirakan penurunan suku bunga akan dilakukan paling cepat pada pertemuan di bulan September.
Pasar juga disebut akan memantau dengan cermat konferensi pers Federal Open Market Committee (FOMC) untuk mendapatkan beberapa petunjuk tentang penurunan suku bunga tahun ini yang diumumkan pada Rabu (30/8) atau Kamis dini hari (31/8) WIB.
âTampaknya, (sebagian besar pejabat The Fed) lebih memilih untuk terus menunggu dan melihat bagaimana tarif akan mempengaruhi perekonomian sebelum mereka melakukan pemotongan,â ucap dia.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hasil Piala Jerman: Bayern Muenchen ke Final Usai Singkirkan Bayer Leverkusen 2-0
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
-
Pelemahan Rupiah Uji Ketahanan Likuiditas Perbankan Syariah
-
Perkuat Energi Hijau untuk Tarik Investasi Global
-
Psikolog: Korban Kecelakaan KA Berisiko Alami Gangguan PTSD, Trauma Healing Penting!
-
BI Ungkap Kinerja QRIS Global di Bali, Nilainya Cukup Fantastis
-
Toleransi Antarumat Beragama Kediri Diperkuat lewat Edukasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.