- Home
-
- Megapolitan
-
- Risiko Diabetes pada Anak ...
Risiko Diabetes pada Anak Meningkat, Dinkes DKI Jakarta Soroti Gaya Hidup Sedentari
Senin, 28 Jul 2025, 18:35 WIBJAKARTA â Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya potensi penyakit diabetes melitus yang kini mengancam anak-anak dan remaja di Ibu Kota. Salah satu penyebab utamanya adalah pola hidup tidak aktif di kalangan generasi muda yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar komputer atau gadget.
Wakil Kepala Dinkes DKI Jakarta Lies Dwi Oktavia menjelaskan bahwa penyakit tidak menular seperti diabetes kini menjadi ancaman nyata bagi masyarakat urban. Ia mengatakan bahwa banyak anak dan remaja di Jakarta sudah terbiasa menjalani aktivitas sehari-hari tanpa gerak fisik yang cukup, lebih banyak duduk, dan terpapar layar dalam waktu yang lama.
âUntuk diabetes melitus, juga penyakit tidak menular lain, itu memang menjadi ancaman di Jakarta. Kenapa? Karena kalau kita lihat aktivitas sehari-hari kita, bahkan mulai dari remaja itu banyak yang sudah kurang jalan, kurang olahraga, kemudian kebanyakan aktivitas sehari-harinya duduk karena di depan komputer atau menggunakan gadget yang terlalu lama,â ujar Lies saat ditemui di Rusunami Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (28/7).
Gaya hidup yang minim gerakan atau sedentari tersebut dinilai semakin berisiko apabila dibarengi dengan pola makan yang buruk. Lies mengatakan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak menjadi pemicu utama yang meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit.
Ia menambahkan bahwa kebiasaan makan tidak sehat tersebut bisa memicu munculnya penyakit seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga diabetes pada usia yang lebih muda. âAkhirnya faktor risiko untuk terjadi penyakit tidak menular meningkat pada seseorang bahkan mulai dari usia muda,â kata Lies.
Untuk menekan risiko tersebut, Dinas Kesehatan akan menjalankan program edukasi kesehatan bernama Jakstar yang menyasar pelajar SMA. Program ini dirancang dalam bentuk permainan yang memberikan penghargaan bagi siswa yang rutin menerapkan kebiasaan sehat.
âAnak SMA kalau mereka mempraktikkan aktivitas sehat mereka bisa dapat poin itu nanti poinnya dikumpulkan, kita sediakan reward-nya,â ucap Lies.
Selain program edukasi di sekolah, Dinkes juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk semua kelompok usia. Pemeriksaan bagi pelajar dilakukan langsung di sekolah, sedangkan bagi orang dewasa bisa memanfaatkan layanan di puskesmas yang tersedia setiap hari kerja.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyediakan layanan konseling kesehatan mental bernama Jak Care. Layanan ini bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, terutama warga yang mengalami tekanan psikologis atau masalah mental akibat stres.
âJakarta punya saluran untuk konsultasi, untuk counseling kita punya Jak Care yang bisa ditelpon, dihubungi dan dilayani konsultasinya oleh psikolog profesional,â ujar Lies menutup keterangannya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
-
Upaya Pemprov DKI Bangun Kota Inklusif Melalui Semangat Paskah di Kota Tua
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Dorong Peran BUMD DKI Sebagai Pilar Ekonomi, Pemprov DKI Jakarta Selenggarakan BUMD Leaders Forum
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.