Kemenperin: Industrial Festival Bekal Generasi Muda Hadapi Dunia Kerja di Sektor Industri
Senin, 28 Jul 2025, 18:54 WIBJAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa Industrial Festival 2025 berperan sebagai sarana pembekalan bagi generasi muda untuk menyiapkan diri menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor industri, sekaligus mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.
Mengangkat tema Are You Fit for the Future?, Industrial Festival 2025 mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan, baik di dunia kerja maupun dalam peran sosial mereka di masyarakat.Â
Kepala Biro Humas Kemenperin, Alexandra Arri Cahyani menjelaskan, tema ini diangkat untuk memantik semangat adaptif dan inovatif di kalangan anak muda agar terus berkembang, mampu berkontribusi, dan menjadi agen perubahan dalam membentuk masa depan industri Indonesia.
âGenerasi Z dan milenial muda kini memainkan peran sentral dalam keberlanjutan pembangunan industri nasional. Sebagai kelompok usia produktif yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi, mereka memiliki potensi besar dalam mendorong transformasi industri menuju arah yang lebih kreatif, inklusif, dan berkelanjutan," ucap Alexandra pada Media Briefing Industrial Festival 2025 di Jakarta, Senin (28/7).
Oleh karena itu, Kemenperin secara khusus menargetkan anak-anak muda melalui penyelenggaraan Industrial Festival. Ajang tahunan ini dirancang menjadi wadah inspiratif untuk membangun keterlibatan generasi muda dalam sektor industri, mempertemukan mereka dengan pelaku industri, komunitas kreatif, serta institusi pendidikan dan pelatihan.
Generasi muda adalah aset masa depan industri nasional. "Melalui Industrial Fest, kami ingin membangkitkan minat mereka terhadap dunia industri, menanamkan semangat inovasi, dan membangun jejaring kolaboratif lintas sektor," imbunya.
Kolaborasi dengan GBN
Penyelenggaraan Industrial Festival tahun ini akan berkolaborasi dengan dua agenda besar, yaitu Gelar Batik Nusantara (GBN) dan Halalindo 2025. Kolaborasi Industrial Festival dengan Gelar Batik Nusantara akan berlangsung pada 30 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Pasaraya Blok M. Festival ini mengusung tagline #BATIKRIZZ yang menegaskan bahwa batik bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga bagian dari industri kreatif masa kini yang menjunjung tinggi inovasi, digitalisasi, dan prinsip keberlanjutan.
Berbagai acara menarik telah disiapkan dalam rangkaian Industrial Festival feat GBN 2025, di antaranya Kuliah Umum bersama Menteri Perindustrian dengan tema Membatik Pikiran: Mindfulness yang akan diikuti oleh 250 peserta dari berbagai universitas dan komunitas. Acara ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda dalam menghadapi masa depan serta menjadikan batik sebagai identitas lokal yang tetap relevan di kancah global.Â
Selain itu, akan ada talkshow community engagement yang membahas inovasi industri batik melalui pendekatan fesyen berkelanjutan serta pemanfaatan teknologi. Festival ini juga akan dimeriahkan dengan Kompetisi Konten Kreatif dan peluncuran Sayembara Maskot Industri yang terbuka bagi publik untuk merancang maskot yang merepresentasikan semangat industri 4.0 Indonesia.
Tidak berhenti di situ, Industrial Festival juga akan hadir dalam gelaran Halalindo 2025 yang akan berlangsung pada 25 - 28 September 2025 di ICE BSD, Tangerang. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi dan potensi besar industri halal Indonesia kepada masyarakat luas. Dalam kesempatan tersebut, Kemenperin melalui Biro Hubungan Masyarakat juga akan menyelenggarakan Layanan Publik on Location sebagai bentuk pendekatan langsung pelayanan publik kepada masyarakat.
Berbagai program telah disiapkan untuk memeriahkan Industrial Festival feat Halalindo 2025, mulai dari Kuliah Umum Menteri Perindustrian yang mengangkat topik industri halal, talkshow komunitas, kompetisi fotografi dan jurnalistik, kunjungan industri (factory tour) ke perusahaan pemenang Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2024, hingga pengumuman hasil sayembara maskot industri.Â
Rangkaian kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan bagian dari strategi inklusif untuk memperluas literasi industri, membangun ruang dialog, serta meningkatkan antusiasme dan partisipasi masyarakat terhadap sektor industri nasional.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Generasi Muda Bikin PMDN Agro Naik Tajam! Kemenperin: Makanan Minuman Jadi Magnet Baru
-
Kemenperin: Asesor Kompetensi Kunci Transformasi Manufaktur yang Adaptif
-
Setop Jadi Penonton! Kemenperin Bongkar Jurus Cetak SDM Industri Jemput Investasi Tiongkok
-
Bungkus Produk Asal-asalan? Menperin: IKM Bisa Kalah Saing Kalau Kemasan Nggak Naik Kelas
-
Perkuat Ekosistem, Kemenperin Libatkan IKM Komponen Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik
-
Lawan Serbuan Impor! Kemenperin Resmikan Pabrik Kawat Baja Rp300 M di Subang, 40% Buat Ekspor
-
Jaga Keberlanjutan, Kemenperin Dorong Rumah Sakit Patuhi Standar Lingkungan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.