Danantara Tak Bangun dari Awal, Tapi Pakai Mesin BUMN yang Sudah Jalan
Senin, 28 Jul 2025, 21:44 WIBJAKARTA - Pengelolaan investasi sangat penting karena membantu individu dan organisasi mencapai tujuan keuangan mereka dengan meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan.Â
Dengan pengelolaan investasi yang baik, Anda dapat mencapai keamanan finansial, mengurangi risiko kehilangan aset, dan bahkan menciptakan pendapatan pasif.Â
Selain itu, pengelolaan investasi juga membantu dalam pengambilan keputusan finansial yang lebih bijaksana dan terencana, baik untuk jangka pendek maupun panjang.Â
Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Pandu Sjahrir menyatakan dua badan usaha yang ditunjuk untuk menjadi holding di bawah Danantara merupakan BUMN existing (yang sudah ada/ terbentuk).
Namun, saat ditemui usai menghadiri peluncuran Yayasan Padi Kapas Indonesia di Jakarta, Senin (28/7), ia belum mengungkapkan nama kedua perusahaan tersebut.
Ia hanya mengatakan bahwa kedua perusahaan tersebut bukanlah perusahaan sekuritas.
âNanti itu (nama kedua perusahaan tersebut) bakal kami informasikan secara publik juga. Bukan (perusahaan sekuritas), perusahaan (biasa) saja. Perusahaan yang sudah existing,â kata Pandu Sjahrir.
Ia menuturkan bahwa proses pengalihan serta pembentukan dewan direksi dan komisaris kedua holding tersebut sudah dimulai sejak pekan lalu.
Ia menyampaikan upaya tersebut dilakukan agar holding tersebut dapat segera beroperasi tahun ini untuk menjalankan tugas investasi.
âKami sudah minggu lalu sudah pengalihan, sudah ada direksi, sudah ada komisaris. Nanti akan kita informasikan,â ucap Pandu.
Dasar hukum pembentukan Danantara adalah UU Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.
Menurut peraturan tersebut, Danantara membawahi dua holding, yakni holding operasional dan holding investasi.
Holding operasional bertujuan untuk mengonsolidasikan semua BUMN dalam satu ekosistem pengelolaan, sementara holding investasi bertugas untuk pengelolaan dividen dan pemberdayaan aset BUMN.
Ditemui usai menghadiri acara yang sama, Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa penunjukan kedua holding tersebut dilakukan oleh pejabat Danantara yang bertanggung jawab pada masing-masing bidang (in charge).
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria bertanggung jawab atas holding operasional, sementara Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir bertanggung jawab atas holding investasi.
âPokoknya strukturnya sedang kami matangkan,â ujar Rosan Roeslani.
- Danantara
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Reformasi Investasi Danantara Dinilai Bisa Tekan Gelombang PHK
-
Tips Cegah Kebakaran Rumah Akibat Listrik Saat Ditinggal Mudik Ala Schneider Electric
-
Arus Mudik H-2 Lebaran 2026 Padat Merayap
-
Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu di Serang Bertahan dengan Cara Pahit
-
Harga BBM Naik Akibat Perang Iran, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum
-
Panen Raya "Urban Farming" di Jaktim, Melon Inthanon Jadi Daya Tarik Utama
-
Posko mudik bertema Keraton Galuh di Ciamis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.