Yunani Minta Bantuan Uni Eropa Perangi Kebakaran Hutan

Minggu, 27 Jul 2025, 09:25 WIB

ATHENA - Yunani meminta bantuan Uni Eropa untuk memerangi kebakaran hutan yang terjadi di berbagai wilayah. Kebakaran yang terburuk terjadi di sebelah utara Athena yang menghancurkan rumah-rumah dan memaksa polisi untuk melakukan evakuasi.

Kebakaran terjadi seminggu setelah gelombang panas, yang suhunya telah melampaui 45 derajat Celsius.

Ket. Foto: Petugas damkar berdiri di dekat api saat beroperasi saat kebakaran hutan di kawasan permukiman Stamata dekat Athena, Yunani, 30 Juni 2024 — Sumber: EPA

Angin kencang mengipasi api di dekat Athena dan lokasi lainnya serta semenanjung Peloponnese yang menjorok ke barat ibu kota, kata juru bicara pemadam kebakaran Yunani, Vasileios Vathrakogiannis.

Angin juga menyulut api di pulau Kreta, Euboea, dan Kythera, tambahnya. "Bagian tersulit ada di depan kita," ujarnya kepada para wartawan.

Beberapa wilayah berada pada tingkat kewaspadaan tertinggi -- Kategori Merah 5 -- yang berarti risiko ekstrem kebakaran hutan, akibat kondisi panas dan kering.

Petugas pemadam kebakaran telah mengendalikan 44 kebakaran dari 52 kebakaran yang terjadi dalam 24 jam terakhir, kata juru bicara brigade.

Yunani telah meminta bantuan Eropa melalui mekanisme RescEU, meminta enam pesawat pemadam kebakaran untuk memperkuat upaya penanggulangan kebakaran, tambahnya.

Unit pemadam kebakaran dari Republik Ceko sudah beroperasi sebagai bagian dari bantuan Eropa. 

Kebakaran di Dekat Athena

Salah satu medan yang paling sulit adalah 30 kilometer di utara Athena, tempat pihak berwenang memerintahkan evakuasi sebuah desa, Drosopigi, kata petugas pemadam kebakaran.

Beberapa rumah di Drosopigi terbakar, karena angin kencang mendorong api menembus bangunan.

Salah satu titik api telah mencapai Kryoneri, desa lain di utara, tempat rumah-rumah juga terbakar. 

Polisi mengatakan mereka telah mengevakuasi sedikitnya 27 orang dari rumah mereka.

Lima orang dibawa ke rumah sakit. Seorang petugas pemadam kebakaran mengalami luka bakar, tiga orang mengalami kesulitan bernapas, dan seorang perempuan tua yang tampaknya terkena stroke.

Bau kayu yang terbakar tercium hingga ke pusat kota Athena.

Kebakaran hutan lainnya, di Pulau Kythera, menjebak puluhan orang di pantai yang harus diselamatkan oleh kapal penjaga pantai dan tiga kapal pribadi.

Kebakaran menghanguskan pohon-pohon yang ditanam setelah kebakaran dahsyat sebelumnya pada tahun 2017. 

Di Luar Kendali

Gelombang panas, yang dimulai di Yunani Senin lalu, diperkirakan akan berlangsung hingga Senin mendatang, kata dinas cuaca negara itu.

Observatorium Nasional di Athena menyatakan suhu terhangat yang tercatat pada hari Jumat adalah 45,8°C di wilayah Peloponnesos, Messinia. Pada hari Sabtu, suhu mencapai 45,2°C di Amfilohia, Yunani bagian barat. 

Di pulau Euboea, juga disebut Evia, timur laut Athena, dua truk pemadam kebakaran hancur dan lima petugas pemadam kebakaran dibawa ke rumah sakit dengan luka ringan.

"Situasinya tak terkendali. Kerusakannya tak terkira," ujar Giorgos Psathas, Wali Kota Chalcis, kepada Kantor Berita Athena-Makedonia.

Di wilayah Messinia di Peloponnese, evakuasi juga dilakukan karena ancaman yang ditimbulkan oleh kebakaran.

Kepala pemadam kebakaran menempatkan semua layanan di sana dalam siaga umum, kata juru bicara pemadam kebakaran Vathrakogiannis. 

Otoritas perlindungan sipil mengatakan risiko kebakaran tetap "sangat tinggi" pada hari Minggu, khususnya di Attica, Yunani bagian tengah dan barat, serta Kreta. 

Ratusan petugas pemadam kebakaran dan pasukan komando kehutanan akan terus berjuang melawan api sepanjang malam, dengan pesawat pemadam kebakaran diperkirakan akan bergabung kembali dalam pertempuran saat fajar Minggu.

Bulan lalu, kebakaran di pulau terbesar kelima Yunani, Chios, di Aegean utara, menghancurkan 4.700 hektar (11.600 are) lahan.

Awal Juli, kebakaran hutan di Pulau Kreta memaksa evakuasi 5.000 wisatawan. 

Tahun yang paling merusak akibat kebakaran hutan adalah tahun 2023, ketika 20 orang tewas dan hampir 175.000 hektare musnah.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.