Kalinskaya Tantang Fernandez di Final DC Open

Minggu, 27 Jul 2025, 08:30 WIB

WASHINGTON, AMERIKA SERIKAT — Anna Kalinskaya berhasil menghentikan laju Emma Raducanu dan menggagalkan ulangan final US Open 2021 setelah meraih kemenangan 6-4, 6-3 dalam semifinal DC Open, Minggu (27/7) waktu setempat. Petenis Russia berusia 26 tahun itu melaju ke final WTA ketiganya sepanjang karir dan akan menghadapi Leylah Fernandez pada partai puncak.

Kemenangan ini menjadi langkah besar bagi Kalinskaya yang masih memburu gelar WTA perdana dalam karirnya. Sementara itu, hasil ini memperpanjang penantian Raducanu yang belum pernah kembali ke final sejak kemenangan mengejutkannya di US Open empat tahun silam.

Ket. Foto: Anna Kalinskaya melaju ke final DC Open usai meraih kemenangan atas Emma Raducanu, Minggu (27/7) waktu setempat — Sumber: AFP

Pertemuan Kalinskaya kontra Fernandez di final nanti juga menjadi ulangan dari duel mereka di babak pertama Guadalajara 2021, yang dimenangkan Fernandez. Petenis kidal asal Kanada itu kini memburu gelar WTA keempatnya dan yang pertama sejak menjuarai Hong Kong Open 2023.

Fernandez harus berjuang selama 3 jam 12 menit untuk menyingkirkan unggulan ketiga asal Kazakhstan, Elena Rybakina, dengan skor dramatis 6-7(2), 7-6(3), 7-6(3). Laga penuh ketegangan itu hanya menghadirkan satu break dari masing-masing pemain sepanjang tiga set.

Rybakina, juara Wimbledon 2022 yang saat ini menempati peringkat 12 dunia, tampil agresif dengan mencetak 17 ace dan 44 winner, namun dibayangi 64 unforced error dan tujuh double fault. Ia merebut set pertama dengan empat poin beruntun di tiebreak, ditutup dengan service winner.

Di set kedua, Rybakina sempat unggul 3-1 dan bahkan sudah berada di ambang kemenangan saat memimpin 5-4 dan servis di tangan. Tapi Fernandez mampu bertahan, menyelamatkan game krusial dan memaksakan tiebreak. Petenis peringkat 36 dunia itu kemudian membuka keunggulan 5-0 di tiebreak dan memaksakan set ketiga berkat double fault dari lawan.

Set penentuan kembali berlangsung sengit dan harus ditentukan lewat tiebreak ketiga. Fernandez kembali tampil dominan dengan memimpin 4-0, sebelum akhirnya menutup pertandingan usai pukulan forehand Rybakina melebar ke luar lapangan.

Dalam semifinal lainnya, Kalinskaya tampil lebih stabil dan efektif menghadapi Raducanu yang beberapa kali terlihat terburu-buru. Petenis peringkat 39 dunia itu mematahkan servis Raducanu di gim kesembilan set pertama setelah pukulan backhand lawan terlalu panjang. Ia lalu menutup set dengan smash overhead usai menyelamatkan dua break point.

Di awal set kedua, Kalinskaya langsung merebut break lewat winner backhand silang. Meski Raducanu sempat membalas di gim berikutnya, kesalahan demi kesalahan kembali menghantuinya. Kalinskaya memanfaatkan momentum dan kembali memimpin 3-2, sebelum menutup pertandingan saat forehand Raducanu tersangkut di net pada menit ke-94.

Kalinskaya kini menatap peluang emas meraih gelar WTA pertamanya, setelah sebelumnya kalah di dua final tahun lalu di Dubai dan Berlin. Sementara Fernandez akan tampil di final ketujuh dalam kariernya dan berupaya membawa pulang trofi perdana pada musim ini.

Di sektor putra, semifinal DC Open juga menjanjikan duel menarik. Petenis Prancis Corentin Moutet, yang masuk turnamen lewat status lucky loser, akan menghadapi unggulan ketujuh asal Australia, Alex De Minaur. Sementara unggulan ke-12 asal Spanyol, Alejandro Davidovich Fokina, akan menantang unggulan keempat asal Amerika Serikat, Ben Shelton.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.