- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS-Jepang Bahas Skenario P...
AS-Jepang Bahas Skenario Penggunaan Senjata Nuklir Jika Terjadi Sesuatu Tak Terduga
Minggu, 27 Jul 2025, 15:00 WIBTOKYO - Jepang dan Amerika Serikat telah membahas sebuah skenario, dimana militer AS akan menggunakan senjata nuklir jika terjadi sesuatu yang tak terduga, dalam pembicaraan mengenai pencegahan yang diperluas, kata sumber yang dekat dengan kedua negara, Sabtu (26/7).
Menurut laporan Kyodo, ini adalah pertama kalinya kedua sekutu mengekspolari masalah ini, sebagai tanda bahwa mereka berusaha memperkuat payung nuklir AS, yang melindungi Jepang, di tengah meningkatnya aktivitas militer oleh Tiongkok, Korea Utara, dan Russia, kata sumber tersebut.
Jepang adalah satu-satunya negara yang pernah mengalami serangan bom atom dan telah lama memperjuangkan dunia bebas nuklir. Namun, Jepang juga bergantung pada payung nuklir AS untuk pertahanan.
Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945, dan bom kedua tiga hari kemudian di Nagasaki pada hari-hari terakhir Perang Dunia II.
Sebagai bagian dari perundingan pencegahan yang diperluas dalam beberapa tahun terakhir, Tokyo dan Washington telah mengadakan beberapa latihan simulasi untuk menyusun strategi skenario di mana konflik pecah di Asia Timur dan Amerika Serikat ditekan untuk menggunakan senjata nuklir, menurut sumber tersebut.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut, Jepang dan AS meninjau cara berkoordinasi dan menangani isu-isu yang timbul dari kemungkinan penggunaan senjata nuklir, seperti mengelola opini publik. Diskusi juga membahas seberapa banyak informasi yang dapat dibagikan AS kepada Jepang, ujar sumber tersebut.
Pada bulan Desember, negara-negara tersebut mengumumkan pedoman pertama mereka untuk pencegahan yang diperluas, termasuk perlindungan nuklir AS, untuk mengatasi tantangan keamanan regional dengan lebih baik.
Namun rinciannya tidak diungkapkan karena sensitivitas informasi terkait keamanan nasional, menurut seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Jepang.
Sumber-sumber diplomatik mengatakan pedoman tersebut menetapkan langkah-langkah yang akan diambil negara-negara tersebut jika AS menggunakan senjata nuklir berdasarkan Pasal 5 pakta keamanan bilateral. Pasal 5 mewajibkan AS untuk mempertahankan wilayah di bawah pemerintahan Jepang dari serangan bersenjata.
Sumber yang dekat dengan kedua negara juga mengatakan pedoman tersebut memperjelas bahwa Jepang dapat menyampaikan pemikirannya tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir.
Sejak perundingan pencegahan yang diperluas diadakan pada tahun 2010, diskusi tingkat senior, yang dipimpin pejabat tinggi urusan luar negeri dan pertahanan, telah diadakan sekali atau dua kali setahun.
Dialog tersebut ditingkatkan pada bulan Juli 2024, dengan pembicaraan tingkat menteri pertama mengenai masalah tersebut diadakan di Tokyo untuk mengoordinasikan aliansi dengan lebih baik dengan memperhatikan pengembangan militer Tiongkok dan pengembangan rudal dan nuklir Korea Utara.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Pemerintah Longgarkan Proses Pengadaan Energi dari Amerika Serikat
-
Rumah Pintar di Daerah 3T
-
Iran Gantung Ilmuwan Nuklir Bergelar Doktor, Ternyata Mata Mata Mossad di Jantung Program Atom Teheran!
-
Latihan Airborne Operations Super Garuda Shield 2025
-
RI Harus Tambah Program Cetak Sawah Demi Stabilkan Harga Beras
-
Diplomasi Pendidikan Makin Kuat, Gala Alumni Australia Satukan Ratusan Tokoh Berpengaruh di Jakarta
-
Digitalisasi Meteorologi: Teknologi Cuaca Jadi Penentu Panen, Petani Tak Bisa Lagi Hanya Mengandalkan Insting
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.