Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulog Rejang Lebong Targetkan Serap Beras Petani 1.080 Ton

📅 Sabtu, 26 Jul 2025, 10:15 WIB | Oleh:
Bulog Rejang Lebong Targetkan Serap Beras Petani 1.080 Ton Doc: BULOG
Ket. Petugas dari Perum Bulog Cabang Rejang Lebong belum lama ini tengah memeriksa beras yang dibeli dari petani di Kabupaten Lebong, Bengkulu.

REJANG LEBONG - Perum Bulog Cabang Rejang Lebong yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu menargetkan penyerapan beras petani di wilayah itu sebanyak 1.080 ton.

"Target penyerapan beras petani oleh Bulog Cabang Rejang Lebong sampai dengan akhir 2025 ini mencapai 1.080 ton. Sampai dengan pertengahan Juli 2025 kemarin yang sudah diserap sebanyak 811 ton atau berkisar 75 persen dari target," kata Pimpinan Cabang Perum Bulog Rejang Lebong A Musalim Yudha saat dihubungi di Rejang Lebong, Sabtu.

Dia menjelaskan, penyerapan beras petani yang ditargetkan kepada Bulog Cabang Rejang Lebong tersebut sebagian besar dari Kabupaten Lebong, kemudian sebagian kecil dari Kepahiang.

Sedangkan dari Kabupaten Rejang Lebong tidak ada, karena harga jualnya lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah atau HPP sampai di depan gudang Bulog sebesar Rp12.000 per kg.

Beras petani yang diserap ini, kata dia lagi, semuanya langsung disimpan di Gudang Perum Bulog Cabang Rejang Lebong yang ada di Kelurahan Durian Depun, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang.

Musalim Yudha menegaskan, tata niaga Perum Bulog Cabang Rejang Lebong saat ini kebanyakan masih menyerap dalam bentuk beras, sedangkan untuk gabah masih sedikit, terutama dari Kabupaten Lebong.

Secara bertahap pihaknya akan mengubah pola pikir petani di daerah itu agar juga bisa menjual hasil panennya dalam bentuk gabah. Keuntungan menjual gabah maka petani tidak akan memikirkan jasa giling, penjemuran atau pun pengolahan lainnya.

"Pelan-pelan kita ubah tata niaga gabah beras ini juga untuk wilayah Kepahiang dan selanjutnya di Rejang Lebong. Hal ini bukan untuk merugikan petani tetapi untuk merubah tata niaga, supaya nanti siapa tahu lebih menguntungkan jika menjual gabah," katanya pula.

Untuk pembelian gabah itu sendiri dilakukan pihaknya sesuai HPP yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.500 per kg dan untuk beras Rp12.000 per kg.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
Busyet… 150 Roda Dua Dika...
Olahraga
Pelatih Mengeklaim, Tim Pan...
Luar Negeri
Asean Mulai Kerepotan denga...
Olahraga
Liverpool Didesak Datangkan...

Liga Inggris, Fulham Tak Mampu Menyamai Chelsea

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Liga Inggris, Fulham Tak Ma...

Fiorentina Tanpa Ampun Dibantai AS Roma 0-4

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Fiorentina Tanpa Ampun Diba...
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.