Fokuskan RAPBN pada Insentif Strategis yang Dorong Transformasi Industri
📅 Jumat, 25 Jul 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiTantangan ekonomi global jelasnya tidak selalu membawa ancaman, melainkan juga peluang untuk memperbaiki fondasi ekonomi nasional. “Selama arah kebijakan fiskal kita berpihak pada produktivitas, inovasi, dan keberlanjutan, maka tekanan seperti ini bisa kita lewati dengan lebih kuat,” pungkas Sri Susilo.
Diminta terpisah, pengamat kebijakan publik Fitra, Badiul Hadi mengatakan jika benar Pemerintah telah memeperhitungkan, artinya pemerintah memiliki kesiapsiagaan fiskal. Apalagi, potensi relokasi industri oleh perusahaan perusahaan yang bergantung pada AS ke negara-negara yang memiliki tarif kompetitif sangat terbuka, termasuk ke Indonesia yang tarifnya lebih kompetitif dibanding Tiongkok dan negara-negara lainnya.
Pemerintah jelasnya perlu mendorong investasi untuk memperkuat struktur industri dalam negeri agar bernilai tambah tinggi dan tak hanya bergantung pada pasar eksternal. Selain itu, harus memberikan insentif bagi industri terdampak agar tetap mampu bersaing.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!