Program Penukaran Sampah dengan Sembako di Banjarmasin
Kamis, 24 Jul 2025, 22:55 WIBBanjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menggiatkan tukar sampah dengan sembako, yakni sampah yang sudah dipilih oleh warga sejak di rumah.
"Jadi sekarang sampah seperti plastik, kertas, logam, hingga barang campuran memiliki nilai dapat ditukar dengan sembako," ujar Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman di Banjarmasin, Kamis.
Menurut dia, ini merupakan gerakan "Mamisah Ratik Bahurup Wan Sembako" atau memilah sampah ditukar dengan sembako dalam rangka untuk mengatasi darurat sampah di kota ini.
Kota Banjarmasin harus menetapkan kondisi darurat sampah akibat ditutupnya Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI sejak 2 Februari 2025.
Dengan ditutupnya TPAS satu-satunya milik Pemkot Banjarmasin akibat masih menggunakan sistem terbuka (open dumping) tersebut, kata Ikhsan, gerakan pilah sampah dari rumah harus dilakukan, hingga bisa mengurangi sampah yang harus dibuang ke TPAS Banjabakula di Kota Banjarbaru, milik Pemprov Kalsel.
Salah satu gerakan tukar sampah dengan sembako ini, kata dia, merupakan upaya nyata Pemkot Banjarmasin dalam mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah berbasis partisipatif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat memilah sampah dari rumah, yang kemudian dapat ditukar dengan sembako yang isinya minyak goreng, mie instan, gula hingga beras.
"Penukaran ini berdasarkan nilai jual dari jenis dan berat sampah yang dikumpulkan," ucapnya.
Menurut dia, penukaran sampah dengan sembako ini didukung bank sampah, karang taruna dan dunia usaha.
Diungkapkan dia, pendekatan inovatif ini mampu menciptakan semangat baru dalam pengelolaan sampah di tengah masyarakat.
"Kalau sebelumnya kegiatan memilah sampah dilakukan cuma-cuma, hari ini masyarakat melihat langsung manfaat ekonomi dari memilah sampah. Ini langkah konkret yang sangat efektif dalam menekan volume sampah dan membangun kesadaran lingkungan dari level rumah tangga," demikian katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Bolaang Mongondow Diguncang Gempa 5,7 Magnitudo
-
Dari Modal Rp5 Juta, Mama Khas Banjar Tumbuh Jadi Pusat Oleh-Oleh Berkat Digitalisasi
-
Alat Berat akan Dikerahkan untuk Membersihkan Sampah di Muara Angke
-
Aksi Heroik Eloy Room Bawa Curacao Raih Poin Bersejarah di Piala Dunia
-
Sleman Proyeksikan Kunjungan 450.000 Wisatawan saat Libur Sekolah
-
Mudahkan Wisatawan, Pemkot Pangkalpinang Luncurkan Pusat Informasi Wisata
-
Laris Manis! Penumpang KA Sangkuriang Tembus 64.248 Orang Hanya dalam 30 Hari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.