Sungai Sageyen dan Lorong Gua yang Menakjubkan
Jumat, 21 Agu 2026, 07:32 WIBGOA Bokimoruru di Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, menawarkan pengalaman wisata yang tidak hanya mengandalkan pemandangan gua. Kawasan ini memadukan sungai berair jernih, hutan tropis, bentang alam karst, serta lorong gua dengan stalaktit dan stalagmit.
Aktivitas utama di Goa Bokimoruru tentu saja menjelajahi bagian dalam gua dan menyusuri lorongnya. Dari sini, pengunjung dapat melihat batuan yang terbentuk melalui proses karstifikasi dalam rentang waktu yang sangat panjang.
Di sejumlah bagian terdapat stalaktit dan stalagmit yang menjadi daya tarik utama gua. Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menyebut formasi stalaktit dan stalagmit tersebut sebagai salah satu keunggulan wisata Goa Bokimoruru.
Namun, kegiatan susur gua berbeda dengan sekadar memasuki gua untuk berfoto. Kondisi lorong, aliran air, batuan licin, dan minimnya cahaya membuat pengunjung perlu memperhatikan keselamatan. Untuk penelusuran lebih jauh, sebaiknya gunakan pemandu lokal dan perlengkapan yang sesuai.
Air sungai menjadi salah satu daya tarik paling kuat di kawasan Bokimoruru. Menurut kajian Forest Watch Indonesia (FWI), air sungai di kawasan wisata ini dikenal dingin dan jernih. Aktivitas yang umum dilakukan wisatawan antara lain berenang, bermain perahu, dan bersantai di tepi sungai.
Berenang dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang tidak ingin melakukan penelusuran gua terlalu jauh. Namun, aktivitas di air tetap perlu memperhatikan kedalaman, arus, dan kondisi cuaca. Perlengkapan keselamatan seperti pelampung juga tersedia bagi pengunjung. Laporan RRI pada Februari 2026 menyebut kawasan tersebut memiliki sejumlah perahu ketinting, kano, dan life jacket yang dapat digunakan wisatawan.
Pengunjung juga dapat menikmati sungai dengan wahana air yang lebih santai. Kajian mengenai pengembangan geotrail Bokimoruru mencatat aktivitas paddle boat di kawasan Sungai Sagea-Kiya. Kano juga menjadi pilihan menarik untuk menikmati aliran sungai sekaligus mendekati kawasan gua.
Aktivitas tersebut memungkinkan wisatawan menikmati lanskap karst dengan kecepatan yang lebih lambat, sehingga lebih mudah mengamati tebing batu dan vegetasi di sepanjang sungai. Laporan RRI pada 2026 menyebut kano lengkap dengan dayung telah tersedia untuk disewa di kawasan tersebut.
Bokimoruru bukan hanya tentang gua. Kawasan di sekitar sungai masih memiliki vegetasi yang relatif rimbun. Ketika menyusuri sungai, pengunjung dapat menikmati suasana hutan dan mendengarkan suara satwa yang hidup di kawasan tersebut.
Karena itu, wisatawan yang tidak terlalu menyukai aktivitas ekstrem tetap dapat menikmati Bokimoruru sebagai destinasi untuk mencari suasana alam yang tenang. Sungai, hutan, dan tebing karst menciptakan lanskap unik yang berbeda dari destinasi pantai di wilayah Maluku Utara pada umumnya.
Bagi penggemar fotografi, Bokimoruru menawarkan banyak objek menarik: mulut gua, sungai, tebing karst, pantulan cahaya di permukaan air, serta stalaktit dan stalagmit. Perjalanan menggunakan ketinting juga memberikan sudut pandang menarik untuk memotret bentang alam dari tengah sungai.
Namun, fotografi di dalam gua sebaiknya dilakukan tanpa menyentuh ornamen batuan. Stalaktit dan stalagmit merupakan hasil pengendapan mineral yang terbentuk sangat lambat. Sentuhan manusia dapat merusak permukaannya dan meninggalkan minyak dari kulit yang mengganggu proses alami pembentukannya.
Bagi wisatawan yang tertarik dengan ilmu kebumian, Bokimoruru menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar rekreasi. Gua ini dapat menjadi tempat untuk melihat secara langsung proses karstifikasi, yakni proses pelarutan batuan karbonat oleh air yang berlangsung dalam waktu sangat panjang. hay
- Sungai Sageyen
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.