Pemerintah Dorong Kolaborasi Desa Demi Capai Indonesia Emas
Kamis, 24 Jul 2025, 01:00 WIBJakarta- Pemerintah harus secara aktif mendorong kolaborasi multi-pihak dalam pembangunan desa sebagai strategi utama untuk mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengaku optimistis Indonesia Emas pada tahun 2045 akan lebih mudah dicapai melalui kolaborasi dalam membangun desa.
"Kalau kita kepung secara bersama-sama dengan komitmen yang kuat, saya meyakini Indonesia Emas 2045 itu, insya Allah, mungkin akan lebih cepat kita capai," kata Yandri saat memberikan sambutan dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman terkait dengan aksi dan kolaborasi lintas sektor mendorong akselerasi program Presiden Prabowo Subianto mendukung Astacita Keenam di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Rabu (23/7).
Seperti dikutip dari Antara, Yandri mengatakan kolaborasi itu juga merupakan upaya untuk mewujudkan Astacita Keenam dari Presiden Prabowo, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Lebih lanjut, Yandri menjelaskan bahwa desa-desa di tanah air sejatinya memiliki banyak potensi. Meskipun begitu, kata dia, pengembangan potensi itu tidak dapat hanya dilakukan oleh Kemendes PDT saja, tetapi memerlukan dukungan dari beragam pihak, mulai dari unsur pemerintah, swasta, pendidikan tinggi, hingga para pemuda.
Sejalan dengan itu, Kemendes PDT terus menguatkan kolaborasi menjangkau seluruh desa di tanah air agar dapat diberdayakan secara maksimal. Yandri mengatakan sejauh ini Kemendes PDT telah menandatangani puluhan nota kesepahaman dengan beragam pihak untuk mengoptimalkan pembangunan desa.
"Kami sudah menandatangani 48 MoU, 28 di antaranya dari kementerian," ucap Yandri.
Pada kesempatan itu, Kemendes kembali melakukan penandatanganan sekitar dua puluhan nota kesepahaman, seperti dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Pemuda Muhammadiyah, PT Pos Indonesia, dan Forum CSR.
Potensi Kebudayaan
Secara terpisah, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Ahmad Mahendra mengatakan pelibatan pemuda kreatif dan memiliki passion akan mendukung terwujudnya desa berdaya.
"Artinya, desa yang tersebar di seluruh Indonesia dapat melibatkan pemuda yang memiliki passion guna menggali potensi dan memanfaatkannya untuk pemberdayaan desa," katanya di Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan Ahmad Mahendra di sela-sela membuka lokakarya penguatan daya desa dalam rangka program pemajuan kebudayaan desa se-Sumatera yang dipusatkan di Gampong Wisata Nusa, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.
Ia menjelaskan penguatan daya desa merupakan bagian untuk meningkatkan pemajuan desa dengan memberikan pendampingan guna mengelola pengembangan potensi kebudayaan, kearifan lokal, perlindungan, dan pemanfaatan.
Ia juga mengatakan desa juga perlu melibatkan semua pemangku kepentingan yang ada dalam desa dalam memajukan potensi dan kebudayaan yang ada di setiap kawasan.
"Pelibatan semua pihak dalam memajukan desa dengan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan akan mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Novak Djokovic Tersingkir di Madrid Open 2025, Iga Swiatek Melaju ke 16 Besar
-
Jalan Menuju Negeri di Atas Awan di Citorek, Lebak, Longsor
-
Operasi SAR ATR 42-500 Mulai Temukan Bagian Utama Pesawat
-
Laga Tunda Pekan Keempat PSM vs Persebaya, I.League Umumkan Jadwal Baru
-
Hindari Gejolak, Pelaku Usaha Komit Jaga Harga Daging Sapi Sesuai Regulasi
-
Lady Gaga dan Jennie BLACKPINK Bersaing di Tangga Album Inggris
-
5 Film Netflix Bulan Desember yang Wajib Masuk Daftar Tontonan saat Liburan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.