CCTV Ungkap Pencuri Bantal di Kereta Whoosh! Pelaku Tak Berkutik
Kamis, 24 Jul 2025, 06:00 WIBInsiden tak terduga terjadi di rangkaian Kereta Cepat JakartaâBandung Whoosh. Seorang penumpang terciduk oleh kamera pengawas (CCTV) tengah mencuri bantal kepala dari kursi kereta. Rekaman ini menjadi kunci untuk mengungkap dan menangkap pelaku.
âMelalui rekaman CCTV, pelaku pencurian bantal di Kereta Whoosh dapat teridentifikasi dan saat ini telah diamankan oleh pihak Kepolisian,â ujar Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, (23/7).
Kronologi, Dari Laporan Hingga Penangkapan
Kejadian bermula saat petugas Whoosh menerima laporan kehilangan bantal di kursi 8D dan 8F pada kereta nomor 4 dengan kode perjalanan G1063, berangkat dari Stasiun Halim pada Sabtu, (19/7). Otoritas pun langsung menelusuri puluhan kamera CCTV yang terpasang di dalam rangkaian.
Dari rekaman, terlihat pelaku mencopot bantal dari sandaran kursi lalu memasukkannya ke dalam tas. Sekitar pukul 21.00, pelaku melewati gate keberangkatan di Gate 1, Stasiun Halim, yang terekam data tiketnya menjadi petunjuk identitas penumpang tersebut.
Alasan KCIC Harus Bertindak Tegas
Eva menegaskan, meski bantal terlihat kecil, dampaknya signifikan karena mengurangi kenyamanan penumpang lain dan menimbulkan biaya ekstra. "Kami harus alokasikan kembali anggaran operasional untuk mengganti unit bantal dan merawat kursi," ungkapnya.
Ia juga menyoroti integritas fasilitas publik. Dengan 44 unit CCTV dalam rangkaian kereta dan total 1.846 unit di seluruh sistem Whoosh dari jalur, stasiun, hingga depo KCIC memastikan pengawasan menyeluruh untuk menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang.
Rekam Jejak Mencuri Bantal, Masih Ada Pattern?
Kasus pencurian bantal di Whoosh bukan yang pertama. KCIC mencatat minimal enam insiden serupa hingga Juli 2024. Namun, kali ini berbeda terungkapnya pelaku secara langsung melalui CCTV membuat tindakan tersebut masuk ranah pidana, bukan sekadar kehilangan barang.
Dari perbincangan netizen di reddit, sebagian menilai bahwa pengawasan intensif seperti ini penting agar fasilitas kereta cepat tetap terpelihara. Seperti yang dikomentari âKCIC langsung menindaklanjuti dengan ⦠data penumpang sudah didapatkan dan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.â
Edukasi dan Harapan untuk Penumpang
KCIC menegaskan bahwa fasilitas seperti bantal kepala tidak mutlak menjadi milik penumpang dan harus diperlakukan sebagai aset bersama. Eva menegaskan ke semua Whoosher agar tidak mencuri atau merusak fasilitas publik dan menyadari bahwa setiap tindakan dapat terpantau CCTV.
Dia juga menambahkan bahwa materi edukasi, pemutaran pesan keselamatan, dan pengawasan berkala akan diperketat untuk mencegah pengulangan insiden.
- Aksi Pencurian
- Kereta Cepat
- Whoosh
- Kereta Cepat Jakarta-Bandung
- Pencurian Bantal
Redaktur: Andriani Nuraini
Penulis: Andriani Nuraini
Berita Terkait:
-
Lahan Sempit, Sejahtera Sulit! DPR Bongkar Ketimpangan Kepemilikan Tanah di RI
-
Dua Arca Perunggu Dikembalikan AS ke Indonesia, Ini Alur Penyelundupannya!
-
Staycation Jadi Pilihan Liburan Sekolah, Pemesanan Kamar Harian Meningkat 33 Persen
-
Gingersnaps Hadirkan Koleksi Field of Daydreams, Tawarkan Inspirasi Styling Anak untuk Keluarga Modern
-
Gubernur Khofifah dan Dubes Yaman Bahas Kerja Sama Strategis dan Penguatan Persaudaraan antara Jatim dan Hadramaut
-
Russia-Asean Perkuat Kolaborasi Kerja Sama Antariksa
-
Sebelum “Njebles” KRL, Katanya, Masinis Kereta Argo Bromo Anggrek Sempat Mengerem 1,3 Kilometer
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.