- Home
-
- Megapolitan
-
- Pemkot Bogor Perkuat Sin...
Pemkot Bogor Perkuat Sinergi untuk Tekan Angka Putus Sekolah
Jumat, 07 Agu 2026, 19:35 WIBBOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan mengumpulkan para penggiat pendidikan di Kota Bogor. Mulai dari pengawas, penilik, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), serta organisasi mitra PAUD hingga Pendidikan Masyarakat (Dikmas), termasuk PKBM.
Hal itu dilakukan untuk menguatkan sinergi dan kolaborasi dalam menekan Angka Tidak Sekolah (ATS) di Kota Bogor tahun 2026. Dalam kegiatan ini juga dilibatkan OPD dan aparatur wilayah di enam kecamatan.
âSelama semua stakeholder saling berkoordinasi, kita harus jemput bola. Kasi Kemas dari kecamatan dan kelurahan juga harus giat lagi door to door kepada warga yang putus sekolah,â kata Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Kamis (6/8).
Pasalnya data dan fakta menjadi ukuran dalam penanganan dan upaya yang lebih maksimal. Memang, banyak permasalahan yang terjadi di tengah warga, terutama mereka yang putus sekolah.
Salah satu contoh permasalahan adalah faktor ekonomi, jarak sekolah, hingga kebutuhan sekolah. Namun, Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin mengatakan bahwa pemerintah hadir untuk mengatasi hal tersebut.
âPKBM itu gratis, dan lokasinya juga dekat. Alat-alat sekolah juga kita berikan. Saya rasa tidak ada lagi alasan untuk tidak bersekolah,â tegas Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin.
Untuk itu, kata Wakil Wali Kota Bogor perlu adanya pendekatan yang lebih maksimal lagi. Terutama dari para penggiat pendidikan dengan dibantu aparatur wilayah dan OPD.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, melaporkan bahwa penyamaan persepsi para penggiat pendidikan ini sebagai upaya penurunan kasus ATS di Kota Bogor.
Menurut Herry, upaya yang dilakukan Pemkot Bogor seperti Gebyar PKBM pada bulan Juni lalu dapat berdampak signifikan untuk menekan angka putus sekolah.
âSehingga para pengawas, penilik, SKB, organisasi mitra PAUD dan Dikmas serta PKBM harus bergerak menjemput masyarakat. Kita juga akan bentuk Kelompok Belajar (Pokjar) untuk kelurahan yang belum ada PKBM-nya. Ada total 14 kelurahan yang belum ada,â ucap Herry Karnadi. ils/I-1
- Pemkot Bogor
- Angka Putus Sekolah
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Pemkab Bandung Perkuat Koperasi Pertanian dan Peternakan, Saatnya Petani Punya Daya Tawar Lebih Besar
-
LPSK Dampingi 13 Korban TPPO Asal Jabar di PN Maumere
-
PT KAI: Pelanggan Disabilitas Naik 200,41 Persen pada Semester I 2026
-
Harga Emas Antam Naik Rp50.000 Menjadi Rp2,679 Juta/Gr pada Kamis
-
Pemain Bertahan Ceko Direkrut PSIM Yogyakarta
-
Dirut Perum Bulog Instruksikan Seluruh Jajaran untuk Kawal Pasokan Beras Premium di Ritel
-
Kepastian Pasar Dinilai Pulihkan Kredit UMKM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.