Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Target Cetak 50 Ribu Hektare Sawah Baru di Riau

📅 Rabu, 23 Jul 2025, 16:30 WIB | Oleh:
Target Cetak 50 Ribu Hektare Sawah Baru di Riau Doc: ANTARA/HO-Pemkab Siak
Ket. Mentan Amran Sulaiman saat kunjungan kerja ke Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Riau.

RIAU - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan pencetakan 50 ribu hektare sawah baru di Provinsi Riau sebagai bagian dari strategi besar untuk mencapai kemandirian pangan.

Mentan Amran dalam kunjungannya ke Kabupaten Siak, Rabu mengungkapkan bahwa saat ini Riau baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan pangannya sendiri, karena itu dia memastikan kesiapan cetak sawah baru di daerah setempat.

"Target kami bisa mencapai 50.000 hektare, meski saat ini baru teridentifikasi sekitar 25.000 hektare," katanya.

Mentan Amran menegaskan bahwa upaya ini bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga sebagai antisipasi terhadap potensi krisis pangan dalam 50 hingga 100 tahun ke depan.

Dia juga menyoroti pentingnya diversifikasi dan peningkatan produktivitas lahan pertanian untuk mencapai target tersebut.

Pemerintah, lanjutnya, akan memberikan dukungan penuh, termasuk penyediaan bibit unggul, pupuk, serta bimbingan teknis bagi para petani di Riau. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait juga akan terus diperkuat untuk memastikan keberhasilan program ini.

Dalam kesempatan kunjungan kerja ke Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, ia menyempatkan berdialog langsung dengan para petani. Kehadirannya disambut antusias oleh masyarakat dan para petani di wilayah tersebut.

"Kita ingin memastikan bahwa petani mendapat perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah. Dengan kerja sama yang baik antara petani dan pemerintah, kita bisa tingkatkan hasil produksi, kurangi impor, dan perkuat kedaulatan pangan kita," ujarnya.

Sementara itu Bupati Siak, Afni Z dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sistem irigasi yang dapat mencukupi kebutuhan irigasi para petani. Salah satunya dengan pembuatan waduk untuk pengairan persawahan yang ada di Kabupaten Siak.

"Permasalahan utama pada saat ini adalah pengairan sawah, sedangkan pada saat ini petani menggunakan air sungai dengan sistem pompanisasi yang pH (tingkat kasaman atau kebasaan)-nya tidak sesuai untuk tanaman padi," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.