Wamenkop: Koperasi Fondasi Wujudkan Reforma Agraria

Selasa, 22 Jul 2025, 17:20 WIB

Jakarta - Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan koperasi, yang dibangun di atas kekuatan ekonomi rakyat, adalah fondasi untuk mewujudkan reforma agraria dan kedaulatan desa.

Dalam acara Kongres V Serikat Petani Indonesia (SPI) di Jambi, Selasa (22/7), Ferry menyebut peluncuran resmi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden RI di Klaten sebagai titik balik kebangkitan kedaulatan desa.

Ket. Foto: Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono berbicara dalam acara Kongres V Serikat Petani Indonesia (SPI) di Jambi, Selasa (22/7). — Sumber: Antara

Ia memandang Kongres SPI kali ini sebagai tonggak penting konsolidasi gerakan rakyat untuk merebut kembali ruang hidup, mewujudkan distribusi tanah yang adil, serta membangun sistem pangan yang berdaulat.

"Inilah saatnya membangkitkan kembali ekonomi kerakyatan yang berpijak pada kekuatan desa dan koperasi," kata Ferry dalam keterangan kementerian yang diterima di Jakarta.

Ferry mengakui ketimpangan agraria dan pangan masih menjadi persoalan nyata di Indonesia. Ia menyoroti banyak petani belum memiliki lahan secara adil, sementara harga dan distribusi dikendalikan segelintir pihak.

"Ironisnya, desa sebagai produsen utama belum berdaulat atas hasilnya sendiri," katanya.

Oleh karena itu, di tengah era ketika desa kerap hanya menjadi objek pembangunan, ia menyebut Kopdes/Kel Merah Putih hadir untuk mengembalikan kontrol ekonomi ke tangan masyarakat desa itu sendiri.

Wamenkop menyatakan Kopdes/Kel didorong tidak hanya menjadi wadah usaha, melainkan alat transformasi rantai nilai.

Ia menuturkan melalui Kopdes/Kel Merah Putih, distribusi pupuk subsidi dapat dipersingkat, mengurangi mata rantai yang panjang dan seringkali menyulitkan petani. Dengan rantai yang lebih pendek dan terkontrol, harga pupuk akan lebih murah, biaya produksi turun, dan petani mendapatkan margin yang lebih besar.

"Inilah bentuk nyata kedaulatan ekonomi petani," tuturnya.

Lebih lanjut, Kopdes/Kel Merah Putih juga dapat bermitra dengan unit penggilingan padi di tingkat desa, sehingga petani tidak lagi bergantung pada tengkulak.

Ferry meyakini sinergi antara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan koperasi-koperasi petani yang sudah dimiliki SPI akan menjadi fondasi bagi sistem ekonomi pangan yang mandiri dan berdaulat.

Ia menekankan bahwa Kopdes/Kel Merah Putih bukanlah pengganti, melainkan penguat ekosistem usaha koperasi petani.

Wamenkop juga mendorong Serikat Petani untuk membentuk koperasi sebagai upaya mendorong hilirisasi. Tujuannya agar petani tidak hanya menjual hasil panen mentah, tetapi juga mampu mengelola, mengolah, dan mendistribusikannya secara kolektif.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.