IDM kemas Sendratari Ramayana 'Padhang Bulan' Penuh Kesakralan

Selasa, 22 Jul 2025, 15:40 WIB

Sleman -- InJourney Destination Management (IDM) mengemas cerita cinta legendaris Rama dan Shinta di pertunjukan Sendratari Ramayana Prambanan "Padhang Bulan" dengan penuh magis dan kesakralan.

"Pertunjukan yang diadakan saat bulan purnama ini menggabungkan keindahan seni pertunjukan, spiritualitas, dan tradisi Jawa yang magis," kata General Manager GM Teater dan Pentas IDM Esti Wahyujati di Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Selasa.

Ket. Foto: Pementasan Sendratari Ramayana Prambanan "Padhang Bulan" di Panggung Terbuka Ramayana, Komplek Candi Ptambanan, Sleman. — Sumber: ANTARA/HO-IDM

Menurut dia, pertunjukan ini menjadi suguhan budaya unggulan baru dari unit Teater dan Pentas IDM, bukan hanya sekadar pertunjukan, melainkan sebuah pengalaman budaya yang kontemplatif dan sarat makna serta estetika Jawa.

Guna mendukung pengalaman yang berkesan, IDM membangun atmosfer yang mendukung pertunjukan ini dengan cermat dan teliti, seperti pencahayaan, penari penyambut, kuliner jajanan ndalu (jajanan khas malam) "moco weton" (hitungan penanggalan Jawa) dan lainnya.

"Pertunjukan ini dibangun dengan atmosfer natural. Saat pertunjukan, kami mengutamakan pencahayaan panggung dari sinar rembulan, dan meminimalisir penggunaan lampu sorot panggung. Kami hadirkan nuansa yang syahdu, sakral, dan tentu saja tetap menghadirkan hiburan khas Ramayana," katanya.

Ia mengatakan, pertunjukan Sendratari Ramayana "Padhang Bulan" berbeda dengan pertunjukan Sendratari Ramayana Prambanan yang digelar reguler. Selain pencahayaan alami dari bulan purnama, pengunjung diajak untuk turut serta dalam satu prosesi pembersihan sebelum mengikuti prosesi kirab menuju area pertunjukan.

"Hal ini menjadi bentuk satu penghormatan terhadap budaya dan filosofi Jawa," katanya.

Esti mengatakan, suasana syahdu semakin lengkap dengan hadirnya jajanan "ndalu" (malam), yakni sajian kuliner malam khas Jawa seperti wedang ronde, mendoan, telo (singkong) rebus, dan camilan tradisional lainnya.

"Hidangan ini menjadi elemen tambahan yang memperkuat suasana dan menyempurnakan pengalaman budaya malam hari di kawasan Prambanan," katanya.

Sendratari Ramayana Prambanan "Padhang Bulan" akan digelar kembali pada Minggu,10 Agustus 2025 pukul 22.00 WIB di Panggung Terbuka Ramayana Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Tiket untuk Kelas Khusus sebesar Rp500.000, Kelas 1 Rp350.000 dan tiket Anak-anak sebesar Rp250.000.

Ia berharap pementasan Ramayana "Padhang Bulan" tidak hanya menjadi suguhan wisata malam yang unik, memperkaya pengalaman wisata di Prambanan, tetapi juga menjadi perayaan warisan budaya yang kaya dan penuh nilai.

"Kembalinya tradisi ini, yang pernah digelar beberapa dekade silam, diharapkan bisa dicintai oleh wisatawan domestik maupun mancanegara serta mampu memperkuat posisi Prambanan sebagai destinasi budaya kelas dunia. Semoga pentas ini menjadi cahaya baru dalam panggung seni dan budaya kita," katanya.

  • Sendratari Ramayana

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.