Forum Bank Sentral Asia Timur Pasifik Memanas, BI Buktikan RI Masih Tahan Banting!

Selasa, 22 Jul 2025, 22:20 WIB

JAKARTA – Keseimbangan eksternal yang terjaga membantu menjaga stabilitas ekonomi domestik. Defisit neraca perdagangan yang terkendali mengurangi tekanan pada nilai tukar mata uang dan inflasi, menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Keseimbangan eksternal yang baik juga mendukung ketahanan nasional. Kemampuan untuk membayar impor, termasuk energi dan bahan baku, serta menjaga cadangan devisa yang cukup, memungkinkan negara untuk menghadapi guncangan eksternal seperti krisis ekonomi global atau bencana alam.

Ket. Foto: Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung (barisan belakang, kedua dari kiri) bersama para gubernur bank sentral dalam Executives' Meeting of East Asia Pacific Central Banks (EMEAP) ke-30, di Bangkok, Thailand. — Sumber: ANTARA/HO-Bank Indonesia

Keseimbangan eksternal yang terjaga meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing. Hal ini mendorong investasi, yang pada gilirannya dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bank Indonesia (BI) memaparkan ketahanan perekonomian Indonesia dan keseimbangan eksternal yang tetap terjaga di tengah tantangan global dalam pertemuan Executives' Meeting of East Asia Pacific Central Banks (EMEAP) ke-30, di Bangkok, Thailand.

Hal itu disampaikan Deputi Gubernur BI Juda Agung yang hadir dalam forum bank sentral Asia Timur-Pasifik tersebut, sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (22/7).

EMEAP merupakan sebuah forum kerja sama yang beranggotakan 11 bank sentral dari negara-negara, antara lain Indonesia, Australia, China, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Pertemuan EMEAP turut membahas beberapa tantangan utama yang dihadapi kawasan, di antaranya peningkatan ketegangan geopolitik, perkembangan dinamika inflasi, percepatan digitalisasi dan adopsi kecerdasan buatan, serta peningkatan ancaman iklim dan lingkungan.

Di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global sebagai dampak kebijakan tarif saat ini, respons kebijakan bank sentral dituntut untuk proaktif dan forward looking.

Dalam konteks ini, EMEAP berperan strategis dalam memperkuat sinergi lintas kawasan melalui tiga agenda utama.

Ketiga agenda tersebut, yaitu penguatan integrasi perdagangan kawasan, jaring pengaman keuangan regional, dan memperluas konektivitas sistem pembayaran serta keuangan melalui inisiatif pembayaran antarnegara dan transaksi mata uang lokal.

Para gubernur bank sentral EMEAP pun sepakat menginisiasi optimalisasi mekanisme kerja EMEAP dalam memperkuat stabilitas dan ketahanan kawasan.

EMEAP juga akan mendukung perkembangan inisiatif di area pasar keuangan, pengawasan dan resolusi perbankan, sistem pembayaran dan infrastruktur keuangan, dan digitalisasi.

Sementara untuk menghadapi dinamika inflasi yang berasal dari sisi penawaran, para gubernur itu melihat pentingnya penguatan komunikasi kebijakan guna menjaga kredibilitas dan ekspektasi dalam mewujudkan stabilitas.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.